Industri

PLN Gandeng Bank Syariah Indonesia untuk Fasilitas Keuangan di Aceh

  • PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam layanan Cash Management dan penerbit jaminan pengadaan barang/jasa di lingkungan perseroan.

<p>Karyawan memberikan salam kepada nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BRIS) Jakarta Hasanudin, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021

Karyawan memberikan salam kepada nasabah di kantor cabang Bank Syariah Indonesia (BRIS) Jakarta Hasanudin, Jakarta, Rabu, 17 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Foto: Ismail Pohan/TrenAsia)

JAKARTA – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam layanan Cash Management dan penerbit jaminan pengadaan barang/jasa di lingkungan perseroan.

Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko PLN Sinthya Roesly mengungkapkan, pihaknya akan memastikan operasional layanan berjalan dengan baik sesuai prinsip kehati-hatian, khususnya di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (Aceh).

Ia bilang, PLN kini menyesuaikan penerapan qanun di Provinsi Aceh. Sebab, kegiatan operasional transaksi keuangan perseroan tidak diperkenankan untuk menggunakan bank konvensional.

“PLN memastikan penerapan qanun ini tidak akan menjadi halangan dalam proses pelayanan kepada pelanggan,” mengutip Sinthya dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Juni 2021.

Di sisi lain, layanan Cash Management yang disediakan BSI ini bertujuan untuk memudahkan pengelolaan operasional keuangan sekaligus pemeliharaan posisi likuiditas PLN per 1 Juni 2021 di Aceh.

Sementara itu, layanan trade finance BSI sebagai penerbit jaminan (bank garansi) pengadaan barang dan jasa, berfungsi untuk memverifikasi dan mengontrol atas vendor dan kontraktor yang diterbitkan.

Layanan tersebut dilengkapi dengan sistem BG online access yang telah aman dipastikan keamanannya.

Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi pun menyampaikan, BSI akan terus berupaya mengoptimalkan peran bank syariah untuk membantu pemulihan ekonomi nasional.

“Melalui integrasi layanan perbankan syariah satu atap untuk PLN, kami berharap BSI menjadi solusi layanan syariah bagi korporasi serta supply-chain,” ungkapnya.

Ia berharap, keberadaan BSI dapat memberikan nilai tambah dan manfaat bagi PLN dan seluruh pegawainya melalui produk dan layanan digital tersebut.

Diketahui, sebelumnya PLN dengan BSI juga menjalin kerja sama pembiayaan korporasi dengan menggunakan fasilitas capex maupun surat jaminan pemerintah.

Keduanya melakukan pengadaan penyedia jasa pembiayaan syariah program bantuan fasilitas kendaraan operasional (BFKO), layanan payroll, pembiayaan consumer, yakni mitraguna, griya, oto, cicil emas dan gadai emas untuk pegawai PLN. (LRD)