Perusahaan Ban Asal Korsel Luncurkan Ban Mobil Listrik iON, Cek Keunggulannya!
- Produsen ban terkemuka asal Korea Selatan (Korsel) Hankook Tier luncurkan ban mobil listrik bernama iON. Inovasi tersebut muncul seiring dengan berkembangnya industri mobil listrik di Indonesia.

Liza Zahara
Author


JAKARTA - Produsen ban terkemuka asal Korea Selatan (Korsel) Hankook Tier meluncurkan ban mobil listrik bernama iON. Inovasi tersebut muncul seiring dengan berkembangnya industri mobil listrik di Indonesia.
Selain itu, peluncuran ban mobil listrik ini untuk mendukung penurunan emisi karbon sebesar 29% pada tahun 2030.
CEO & Presiden Hankook Tire and Technology Sooil Lee mengatakan, dengan diperkenalkannya varian ban iON ini, perusahaan semakin mempertimbangkan permintaan kendaraan listrik yang berkembang pesat dan kebutuhan terkait lainnya.
- 7 Film Indonesia Paling Laris dengan Jumlah Penonton Terbanyak Sepanjang Masa
- KPPU Endus Dugaan Kartel di Minyak Goreng, Anak Usaha Indofood hingga Musim Mas Dipanggil
- Emiten Milik Grup Djarum (TOWR) Tebar Dividen, Segini yang Didapat Orang Terkaya se-Indonesia Hartono Bersaudara
"Dengan jangkauan yang lebih tinggi per pengisian baterai, ban generasi baru ini akan mengoptimalkan efisiensi kendaraan listrik dalam penggunaannya sehari-hari," kata Sooil Lee dalam keterangan resmi, Selasa, 8 Juni 2022.
Adapun keistimewaan dari ban listrik milik Hankook ini meliputi pengurangan hambatan gulir, rooling-noise yang lebih rendah, ketahanan yang tinggi, dan jangkauan yang lebih luas. Produk ban mobil listrik ini juga dirancang khusus untuk torsi tinggi instan yang dihasilkan oleh kendaraan listrik yang tangguh.
Produk ban iON ini akan tersedia dalam tiga desain saat peluncuran di pasar dengan ukuran, yakni 18 dan 22 inci. Peluncuran akan dilakukan di Eropa mulai Mei 2022 sebagai ban musim panas yakni Hankook Ventus iON S.
Dilanjutkan peluncuran pasar pada September 2022 untuk ban musim dingin sebagai Hankook Winter i*cept iON. Hankook sendiri pada semester pertama 2022 mulai memasok ban OE untuk BMW i4 yakni Gran Coupé bertenaga listrik dengan empat pintu, serta sedan kelas mewah Mercedes Benz S-Class.
President Director PT Hankook Tire Sales Indonesia Yoonsoo Shin menyebut ban mobil listrik harus mampu mempertahankan esensi performa beremisi rendah tanpa membatasi fleksibelitas berkendara.
- Program Minyak Goreng Curah Rakyat Terus Dikebut, Mendag: Sudah Ada 10 Ribu Pengecer
- Harga Cabai Tembus Rp120.000 per Kg, Hampir Setara Daging
Menurutnya, mobil listrik umumnya lebih berat 10%-20% dibandingkan dengan mobil biasa karena menyimpan mesin berbasis baterai. Hal itu menyebabkan mobil listrik menghasilkan torsi yang lebih boros sehingga mobil membutuhkan ban dengan akselerasi yang lebih sporty.
Kemudian hambatan gulir yang rendah akan berdampak pada penggunaan energi sehingga baterai mobil akan bertahan lama. Selain itu, pemakaian ban mobil biasa pada mobil listrik akan berdampak pada jarak tempuh yang semakin pendek.
Sedangkan, pada umumnya mobil listrik memiliki kebisingan rendah karena tidak ada suara hasil mesin pembakaran internal. Kondisi tersebut sangat ditunjang oleh produk ban dengan kualitas terbaik lewat desain tapak, pengaturan blok, optimalisasi grip, dan pengaturan pitch yang dikembangkan secara khusus.

Liza Zahara
Editor
