Pertamina Kembangkan Desa Energi Berdikari di Cilacap, Bertenaga Surya dan Angin
- PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap, mengembangkan Program Pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan) dalam kerangka ESG (Environmental, Social & Governance) Desa Energi Berdikari Cilacap. Program berbasis CID (Community Involvement Development) ini merupakan komitmen Pertamina mengakselerasi transisi energi hijau (green energy) di Indonesia.

Nadia Amila
Author


JAKARTA - PT Pertamina (Persero) RU IV Cilacap membangun Desa Energi Berdikari di Cilacap, yang merupakan program pengembangan EBT (Energi Baru Terbarukan) dalam kerangka ESG (Environmental, Social & Governance).
Pjs Vice President Corporate Communication Pertamina Heppy Wulansari mengatakan, program berbasis CID (Community Involvement Development) ini merupakan komitmen Perseroan dalam mengakselerasi transisi energi hijau (green energy) di Indonesia.
“Pemanfaatan EBT merupakan komitmen Pertamina pada dunia untuk mengurangi emisi GRK sebesar 30% pada tahun 2030. Pertamina menargetkan peningkatan total kapasitas EBT menjadi 10,2 Gigawatt pada tahun 2026,” kata Happy dalam keterangan resmi, dikutip Jumat, 8 Juli 2022.
- Hindari! Ini Ciri - Ciri Perusahaan dengan Lingkungan Kerja Toksik
- Temukan Harta Karun Lagi, Cadangan Batu Bara MNC Energy (IATA) Naik Jadi 253,42 Juta MT
- Bikin Bangga, Pindad Digandeng Perusahaan UEA Calidus LLC Untuk Produksi Kendaraan Tempur 8x8
Program Desa Energi Berdikari Cilacap dibuat dengan bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat di desa terpencil dan terisolasi terhadap energi yang ramah lingkungan, dan terjangkau serta berkelanjutan.
Pengembangan Desa Energi Berdikari Cilacap memanfaatkan sumber energi surya dan angin yang tersedia sepanjang tahun di desa Ujung Alang, Cilacap.
Dengan teknologi hybrid energy pole (HEOP), kedua sumber energi ini diolah menjadi listrik yang bisa menghasilkan listrik untuk rumah penduduk, sekolah dan berbagai aktivitas ekonomi warga.
Energi listrik bersumber dari 15 kincir angin dan 24 solar panel, penghasil energi yang ditampung di dalam storage penyimpanan daya. Dari keseluruhan kincir dan solar panel dapat menghasilkan daya sebesar 16.200 WP (Watt Peak) yang disimpan di storage masing-masing dan dialirkan menggunakan kabel kepada 78 Rumah tangga, satu sekolah, satu masjid dan dua rumah produksi.
Menurut Heppy, Pertamina pada tahun 2021 lalu memiliki 19 Program Desa Energi Berdikari, diantaranya 10 program energi surya, 2 program energy micro hydro, 2 program energi biodiesel dan 5 program energi biogas.
Pada tahun 2022, Pertamina melanjutkan program Desa Energi Berdikari dengan melakukan 40 program, terdiri dari energi surya 28 program, energy micro hydro 2 program, energi biogas 6 program dan energi dari pengolahan sampah 4 program.
“Pertamina akan terus meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan sebagai bagian dari transisi energi menuju energi bersih sejalan dengan tren global,” kata Heppy.

Yosi Winosa
Editor
