Perbaiki Kinerja Setelah Merugi Rp153,90 Miliar, BUMN INTI Gandeng Anak Usaha Telkom
Perusahaan pelat merah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI membukukan kerugian bersih Rp153,90 miliar pada 2020. Dalam memperbaiki kinerja, INTI diketahui agresif melakukan aksi korporasi dengan mendekati anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Muhamad Arfan Septiawan
Author


Gedung PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) – Istimewa
(Istimewa)JAKARTA – Perusahaan pelat merah PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Persero) atau INTI membukukan kerugian bersih Rp153,90 miliar pada 2020. Dalam memperbaiki kinerja, INTI diketahui agresif melakukan aksi korporasi dengan mendekati anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).
Kerugian perusahaan produsen perangkat telekomunikasi itu berhasil ditekan dari sebelumnya RP429,94 miliar pada 2019.
Mengutip laporan keuangan perusahaan, INTI meraih kenaikan pendapatan hingga 8,06% year on year (yoy) dari Rp395,38 miliar pada 2019 menjadi Rp427,24 miliar pada 2020.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Meski begitu, total aset perusahaan susut 10,76% dari Rp1,38 triliun pada akhir 2019 menjadi Rp1,23 triliun pada 2020. Lebih rinci, hal itu terdiri dari RP328,57 miliar aset lancar, kas atau setara kas Rp88,01 miliar, dan Rp908,06 miliar aset tidak lancar.
Secara beriringan, total liabilitas INTI merangkak naik dari Rp1,65 triliun pada 2019 menjadi Rp1,69 triliun pada 2020.
Gandeng Raksasa Telekomunikasi
Di tahun ini, INTI tercatat aktif melakukan aksi korporasi. Hal itu tampak dari adanya kerja sama strategis dengan anak emiten pelat merah TLKM, yakni PT PINS Indonesia. Kedua perusahaan diketahui melakukan kerja sama pengembangan dan solusi internet of things (IoT).
Kerja sama kedua nya sudah dimulai sejak 26 April 2021 melalui penandatanganan nota kesepahaman antara kedua direksi perseroan. Kerja sama ini menjadi upaya baru INTI meraih peningkatan pendapatan pada 2021.
Kerja sama keduanya mencakup:
1) Pengembangan dan solusi Internet of Things (IoT).
2) Produksi atau perakitan (manufacture/assembly) perangkat Gigabit Capable Passive Optical Network (GPON), Network Terminal Equipment (NTE), dan Customer Premises Equipment (CPE).
3) Perbaikan (repair) GPON, NTE, dan CPE.
4) Perangkat navigasi.
Direktur Utama (Dirut) INTI Otong Lip menyatakan perseroan bakal memenuhi sejumlah target yang termaktub dalam perjanjian tersebut. Menurutnya, kerja sama proyek ini bisa memberikan efek jangka panjang terhadap perbaikan bisnis kedua perusahaan.
“PT Inti akan mengoptimalkan resources perusahaan agar dapat mempercepat pekerjaan, sekaligus memberi progress positif pada proyek Telkom, terutama di tengah perlambatan ekonomi akibat pandemi Covid-19. Situasi ini memang menantang, tapi semua pekerjaan harus tetap berjalan,” kata Otong dalam keterangan resmi, Sabtu, 10 Juli 2021
