Nasional & Dunia

Per 1 Oktober ORI018 Berkupon 5,7 Persen Bisa Dibeli Mulai Rp1 Juta-Rp3 Miliar

  • JAKARTA – Kementerian Keuangan akan merilis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 yang bisa dibeli masyarakat secara daring mulai 11 Oktober 2020 hingga 21 Oktober 2020. Membidik individu warga negara Indonesia, ORI018 ini ditawarkan mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar dengan tingkat imbalan atau kupon sebesar 5,7% per tahun. Adapun, obligasi ini memiliki tenor tiga tahun dengan […]

<p>Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Menteri Keuangan Sri Mulyani. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Keuangan akan merilis Obligasi Negara Ritel (ORI) seri ORI018 yang bisa dibeli masyarakat secara daring mulai 11 Oktober 2020 hingga 21 Oktober 2020.

Membidik individu warga negara Indonesia, ORI018 ini ditawarkan mulai dari Rp1 juta hingga Rp3 miliar dengan tingkat imbalan atau kupon sebesar 5,7% per tahun.

Adapun, obligasi ini memiliki tenor tiga tahun dengan tanggal jatuh tempo pada 15 Oktober 2023.

Untuk pemesanannya, masyarakat dapat melakukannya melalui mitra distribusi secara daring. Prosesnya yaitu pendaftaran, pemesanan, pembayaran, dan penyelesaian atau konfirmasi.

Setidaknya, pemerintah telah menunjuk 26 mitra distribusi yang terdisi dari 16 bank umum, empat perusahaan efek, tiga perusahaan efek khusus, dan tiga perusahaan peer to peer lending.

16 Bank Mitra

  1. Bank Central Asia
  2. Bank Negara Indonesia
  3. Bank Permata
  4. Bank Rakyat Indonesia
  5. Bank Tabungan Negara
  6. Maybank Indonesia
  7. Bank CIMB Niaga.
  8. Bank Mandiri
  9. Bank OCBC NISP
  10. Bank Panin
  11. Bank DBS Indonesia
  12. Bank HSBC Indonesia
  13. Bank UOB Indonesia
  14. Bank Commonwealth
  15. Bank Danamon Indonesia
  16. Bank Victoria International

Sedangkan, empat perusahaan efek antara lain Trimegah Sekuritas Indonesia, Danareksa Sekuritas, Bahana Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas.

Selain itu tiga perusahaan efek khusus adalah Bareksa Portal Investasi, Star Mercato Capitale (Tanamduit) dan Nusantara Sejahtera Investama (Invisee).

Terakhir, tiga perusahaan tekfin yaitu Investree Radhika Jaya (Investree), Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan Lunaria Annua Teknologi (Koinworks).

Sebelumnya pemerintah telah menerbitkan ORI017 pada Juni 2020 dengan tingkat kupon 6,4% per tahun. Penjualan tersebut berhasil menyerap dana Rp18,33 triliun.

Teranyar, pemerintah meraup Rp25,67 triliun dari penerbitan sukuk ritel seri SR013 yang laris-manis dibeli 44.803 investor. Angka ini tertinggi sepanjang penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) ritel daring sejak 2018.

Dengan penerbitan SR013, maka hingga September 2020, pemerintah telah menerbitkan empat instrumen SBN ritel yaitu SBR009, SR012, ORI017, dan SR013 dengan total nominal penerbitan mencapai Rp58,39 triliun.