Korporasi

Penjualan Tergerus, Emiten Migas Grup Bakrie Masih Untung Rp751,2 Miliar

  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mencatat kenaikan laba bersih hingga 92% pada 2020.

<p>Blok minyak dan gas milik PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dari Grup Bakrie / Emp.id</p>

Blok minyak dan gas milik PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) dari Grup Bakrie / Emp.id

(Istimewa)

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten tambang minyak dan gas (migas), mencatat penjualan bersih sebesar US$324,8 atau setara Rp4,54 triliun (asumsi kurs Rp14.000 per dolar Amerika Serikat) pada 2020. Penjualan ini turun sekitar 3% dari tahun 2019 sebesar US$334,3 juta atau setara Rp4,68 triliun pada 2019.

Meskipun demikian, ENRG berhasil meraup laba bersih sebesar US$53,66 juta atau Rp751,2 miliar. Nilai tersebut melesat hingga 92% (yoy) dibandingkan dengan 2019 yang sebesar US$28 juta atau Rp392 miliar.

Begitu pula dengan Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization atau EBITDA yang naik 17% yoy menjadi US$233,7 juta. Pada 2019, nilainya masih sebesar US$200,3 juta.

Direktur Keuangan ENRG Edoardus Windoe mengatakan, sepanjang tahun lalu pihaknya mampu meningkatkan produksi minyak dan gas. Untuk minyak, produksinya meningkat dari 2.363 barel per hari menjadi 3.444 barel per hari. Sedangkan kenaikan gas dari 154 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD) menjadi 171 MMSCFD.

“Produksi minyak ini didominasi dari Blok Malacca Strait, sedangkan Blok Bentu dan Kangean menyumbang produksi gas,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 April 2021.

Senada dengan Edo, Chief Communication ENRG Adinda Bakrie menambahkan, kegiatan operasional perseroan cukup padat sepanjang tahun lalu. Pihaknya mengaku telah menyelesaikan pengeboran di lima sumur pengembangan Blok Malacca Stait.

“Kami juga melakukan reaktivasi satu sumur di lapangan gas Arbei di Blok Gebang. Saat ini, pengeboran yang masih dalam proses, tengah dilakukan di satu Blok Gas Buzi EPCC Mozambik Afrika,” ujarnya.

Secara internal, perusahaan pun berencana mengembangkan bisnis melalui program pengembangan migas lewat eksplorasi.