Penduduk Asli Hawaii Keluhkan Efek Pariwisata untuk Keberlangsungan Pulaunya
- Banyak masalah muncul seiring meningkatnya pariwisata, dan kekhawatiran timbul tentang bagaimana Hawaii akan mengatasi tantangan ini.

Rumpi Rahayu
Author


JAKARTA - Seorang penduduk asli Hawaii bernama Keani Rawlins-Fernandez baru-baru ini mengeluhkan efek parisiwata untuk keberlangsungan pulaunya. Ia menyampaikan kebosanan warganya terhadap para wisatawan yang memandang pulau ini sebagai taman hiburan. Rawlins-Fernandez juga merupakan wakil ketua Dewan Kabupaten Maui.
Pulau tropis Hawaii selalu menjadi tujuan impian para wisatawan, dengan pesonanya yang ditandai oleh pantai yang indah, kekayaan budaya, dan semangat "aloha". Namun, bagi penutur asal, pulau ini adalah rumah.
- Bos PLN Sebut Hidrogen jadi Sumber Alternatif Energi Murah
- Luhut Sebut BBM Berstandar Euro 4 dan 5 Bisa Pangkas Subsidi Rp50 T
- Rusia Mulai Terima Rudal Balistik Iran
Banyak masalah muncul seiring meningkatnya pariwisata, dan kekhawatiran timbul tentang bagaimana Hawaii akan mengatasi tantangan ini.
Dikutip dari Business Insider, Fernandez dibesarkan di Molokai, satu-satunya pulau di Hawaii yang tidak terlalu bergantung pada pariwisata. Pertanian menjadi tulang punggung industri utama di sana.
Sebagai seorang pembuat kebijakan, Rawlins-Fernandez memanfaatkan posisinya untuk melawan pariwisata yang tidak terkontrol, merespons krisis perumahan, dan menjaga kesehatan samudra juga terumbu karang.
Dia mengisahkan bagaimana perusahaan-perusahaan besar jatuh cinta pada pantai berpasir putih, perahu kano, dan penyelam, lalu mengubah tanah mereka menjadi resor ala Waikiki di Oahu. Meski upaya serupa dilakukan di Molokai, komunitas setempat berhasil melawannya.
Motivasi Rawlins-Fernandez untuk menjadi pembuat kebijakan dipicu oleh kisah Paman Walter Ritte, aktivis asli Hawaii yang memprotes praktik militer di Kaho'olawe dan berhasil mengembalikannya ke kendali penuh orang asli Hawaii dari militer AS.
Kini, dia menduduki kursi Dewan Kabupaten yang mewakili Molokai, terlibat dalam Komite Solusi Efisiensi dan Sistem Lingkaran, membahas anggaran dan alokasi sumber daya untuk mengatasi ketidaksetaraan ekonomi yang sudah berlangsung lama.
Untuk diketahui, peningkatan jumlah wisatawan di Hawaii menjadi perhatian serius. Karena telah melebihi jumlah penduduk lokal dan mengancam warisan budaya pulau tersebut. Krisis perumahan melanda penduduk asli Hawaii, yang sudah terusir dari tanah leluhur mereka selama proses kolonisasi.
Rumah yang seharusnya menjadi milik penduduk setempat kini dibeli oleh para wisatawan sebagai investasi, memaksa penduduk lokal untuk pindah jauh dan kehilangan akar budaya mereka.
Pariwisata juga berdampak buruk pada peningkatan biaya hidup diikuti dengan melonjaknya harga properti, terutama di pulau-pulau seperti Maui dan Oahu yang menjadi pusat pariwisata.
Saat pandemi COVID-19 melanda, pekerjaan di sektor pariwisata menjadi yang pertama terpengaruh, sementara Molokai dengan kebijakan fokus pada bisnis lokalnya mengalami dampak yang lebih ringan.
Infrastruktur dan lingkungan di pulau-pulau populer seperti Waikiki dan Diamond Head dihadapkan pada tekanan besar akibat overtourism. Kemacetan lalu lintas saat pengunjung berbondong-bondong untuk menikmati matahari terbit atau terbenam di pantai-pantai terkenal menjadi masalah yang harus diatasi oleh Departemen Transportasi.
Rawlins-Fernandez menyarankan solusi berupa sistem troli kelompok, mirip dengan yang ditemui di Zion National Park, untuk mengelola aliran wisatawan daripada meningkatkan tempat parkir atau memperlebar jalan raya. Warga lokal merasa bahwa rumah mereka telah menjadi seperti taman hiburan, kehilangan privasi dan menghadapi risiko keamanan akibat perilaku beberapa wisatawan yang nekat.
Selain itu, aktivitas pariwisata yang berlebihan juga merugikan ekosistem pulau. Siklus alami pemulihan pantai berpasir putih terganggu oleh pembangunan resor di bukit pasir, dan terumbu karang menjadi rusak karena polusi, racun tabir surya, dan perilaku penyelam yang tidak bertanggung jawab.
Pada akhirnya, Rawlins-Fernandez mengakui bahwa pariwisata juga membawa manfaat, seperti turis yang menjadi relawan dengan Palang Merah. Namun, dia menegaskan bahwa pariwisata yang bersifat merugikan perlu dihentikan, dan mendorong komunitas lokal untuk memiliki sumber pekerjaan selain dari sektor pariwisata.
Sebagai pesan untuk wisatawan, Rawlins-Fernandez mengajak wisatawan untuk mengunjungi Hawaii dengan lebih bertanggung jawab, menghormati budaya lokal, dan meminimalkan dampak lingkungan.
Ia juga berharap wisatawan bisa mendukung bisnis lokal, mengikuti tur resmi daripada menggunakan kendaraan sendiri atau menyewa, dan memilih tempat menginap di akomodasi yang sah.

Ananda Astri Dianka
Editor
