Pendapatan WIKA Naik Jadi Rp17 Triliun Tapi Laba Merosot 36 Persen pada 2021
- PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat pendapatan sebesar Rp17,8 triliun pada 2021

Liza Zahara
Author


Gedung PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) / Wika.co.id
(Istimewa)JAKARTA - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatat pendapatan sebesar Rp17,8 triliun pada 2021 atau naik 7,69% secara year-on-year (yoy) dibandingkan dengan 2020 senilai Rp16,53 triliun.
Dikutip dari laporan keuangan perseroan per 31 Desember 2021, di saat pendapatan naik, WIKA justru mencatatkan penurunan yang signifikan pada laba bersih. WIKA meraup laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp117,66 miliar, atau turun 36,65% dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp185,76 miliar.
Di sisi neraca, WIKA membukukan jumlah liabilitas pada 2021 Rp51,85 triliun naik tipis sebesar dibandingkan dengan 2020 Rp51,45 triliun. Perseroan juga mencatat kenaikan ekuitas pada 2021 sebesar Rp17,43 triliun dibandingkan dengan 2020 Rp16,65 triliun.
- Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Bali Senilai Rp24,6 Triliun Siap Dibangun Juni 2022
- Tak Hiraukan Peringatan dari Bappebti, Pialang Berjangka PT Rifan Financindo Berjangka Dibekukan
- Bursa Kripto Akan Diluncurkan Akhir Maret, Sudah Ada 17 Pedagang yang Terdaftar
Sehingga, total aset yang dibukukan perseroan pada 2021 sebesar Rp69,38 miliar meningkat dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp68,1 triliun.
Dengan rincian, jumlah aset tidak lancar 2021 bertambah menjadi Rp31,19 triliun dengan jumlah aset tidak lancar di 2020 sebesar Rp20,12 triliun. Sedangkan, total aset lancar menurun, sebelumnya Rp47,98 triliun menjadi Rp37,18 triliun.
Adapun beban pokok pendapatan WIKA juga turut naik menjadi Rp16,11 triliun pada 2021 dibandingkan dengan 2020 senilai Rp15,01 triliun.
Kemudian, nilai laba per saham dasar WIKA turun pada 2021 menjadi Rp13,12 per lembar saham dibandingkan dengan 2020 sebesar Rp20,71 per lembar saham.

Laila Ramdhini
Editor
