Korporasi

Pendapatan Turun, Laba Bersih Duta Pertiwi Meroket 73,8 Persen, Kok Bisa?

  • Emiten properti, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 8,63% menjadi Rp351,95 miliar pada kuartal I/2021. Pendapatan ini tercatat turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp385,2 miliar.

<p>Sinarmas Land Plaza di Bumi Serpong Damai (BSD). / Sinarmasland.com</p>

Sinarmas Land Plaza di Bumi Serpong Damai (BSD). / Sinarmasland.com

(Istimewa)

JAKARTA – Emiten properti, PT Duta Pertiwi Tbk (DUTI), mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 8,63% menjadi Rp351,95 miliar pada kuartal I/2021.

Pendapatan ini tercatat turun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp385,2 miliar.

Mengutip laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 30 April 2021, kondisi ini diperburuk dengan membengkaknya beban penjualan sebesar 33,5%.

Beban penjualan DUTI menjadi Rp106,52 miliar pada kuartal I/2021, naik dari kuartal I/2020 yang sebesar Rp79,78 miliar.

Laba kotor perusahaan pun turun 19,63% menjadi Rp245,43 miliar. Angka ini turun dari laba kotor DUTI pada kuartal pertama 2020 yang sebesar Rp305,41 miliar.

Dikurangi beban usaha yang sebesar Rp146,49 miliar, laba usaha DUTI pun tercatat sebesar Rp98,94 triliun, turun 24,62% dari sebelumnya yang sebesar Rp131,27 miliar.

Catatan kinerja negatif DUTI yang terlihat dari pendapatan dan laba usahanya ini ternyata berbanding terbalik dengan catatan laba bersihnya.

Tercatat, laba bersih perusahaan meroket 73,8% menjadi Rp228,29 miliar dari sebelumnya Rp152,23 miliar.

Peningkatan laba bersih ini didapat dari adanya keuntungan dari akuisisi saham sebesar Rp149,79 miliar pada kuartal pertama 2020. Tidak ada pos penghasilan ini pada kuartal pertama tahun lalu.

Keuntungan dari akuisisi saham ini didapat setelah DUTI mengakuisisi PT Itomas Kembangan Perdana (IKP) lewat entitas anaknya, PT Kembangan Permai Development.

Akuisisi ini dilakukan pada 19 Maret 2021 lalu dan membuat IKP dimiliki DUTI 100%. Hal ini pun membuat DUTI mengkonsolidasikan laporan keuangan IKP dalam laporan keuangan sejak Maret 2021.

Rp149,79 miliar yang didapat dari akuisisi saham ini didapat setelah mengurangi jumlah aset yang teridentifikasi sebesar Rp573,08 miliar dengan imbalan bersih atas pembelian sebesar Rp423,3 miliar.

Posisi kas perusahaan pun terkerek pada kuartal pertama 2021 ini. Tercatat ada kenaikan Rp233,22 miliar dari posisi kas awal tahun yang sebesar Rp2,51 miliar. Posisi kas dan setara kas pada kuartal I/2021 pun tercatat Rp2,74 miliar.

Liabilitas perusahaan pun tercatat membengkak 14,63% menjadi Rp3,92 triliun pada kuartal I/2021. Catatan ini meningkat dari liabilitas perusahaan yang sebesar Rp3,42 triliun pada akhir tahun lalu.

Ekuitas hanya tumbuh tipis menjadi Rp10,57 triliun dari Rp10,33 triliun pada akhir tahun lalu.

Adapun, total aset perusahaan meningkat 5,37% menjadi Rp14,49 triliun pada tiga bulan pertama 2021. Aset lancar tercatat sebesar Rp7,05 triliun dan aset tidak lancar tercatat sebesar Rp7,45 triliun. (RCS)