Pendapatan Short Drama Korea Diproyeksi Tembus 35 Triliun Won pada 2030
- Pendapatan short drama diperkirakan tumbuh dari 6,8 triliun won pada tahun 2023 menjadi 35 triliun won pada tahun 2030.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Industri short drama (drama pendek) di Korea Selatan tengah mengalami lonjakan signifikan. Berdasarkan laporan lembaga riset Media Partners Asia, pendapatan dari short drama diperkirakan tumbuh dari 6,8 triliun won pada tahun 2023 menjadi 35 triliun won pada tahun 2030.
Hal tersebut mendorong berbagai OTT dan rumah produksi berlomba-lomba memproduksi dan memasarkan konten berdurasi singkat tersebut. Bahkan, tahun ini tercatat 56 proyek short drama telah masuk tahap penjualan.
Fenomena ini dianggap sebagai angin segar bagi rumah produksi. Risiko kerugian tergolong lebih rendah jika proyek tidak meledak di pasaran, tetapi potensi keuntungannya bisa besar jika konten tersebut berhasil tranding, terutama di pasar global.
Selain KT Studio Genie, TVING juga meluncurkan program “TVING Short Original” sejak Agustus 2025, yang menyajikan drama pendek dengan durasi sekitar 1-2 menit per episode.
Dilansir dari The Financial News, sementara itu, KT Studio Genie meraih hasil yang memuaskan dengan drama pendek pertamanya, dan menyatakan ambisinya untuk menjadi studio K-short-form terkemuka di dunia.
KT Studio Genie mengumumkan dua drama pendek mereka, “The Cleaner’s Second Marriage” dan “Jamanchu Clubhouse,” yang dirilis pada Januari lalu, masing-masing menduduki peringkat teratas dalam daftar popularitas setelah diluncurkan di dua platform utama drama pendek global, yakni DramaBox dan ReelShort.
Secara khusus, “The Cleaner’s Second Marriage” yang dibintangi Park Han-byul dan Go Joo-won merupakan versi remake dari drama pendek Korea populer berjudul “I Am Not 50.” Setelah dirilis, drama ini langsung melesat ke peringkat No. 1 di tangga popularitas DramaBox, menunjukkan potensi komersial yang kuat.
Sejalan dengan tren tersebut, KT Studio Genie mulai mengembangkan bisnis drama pendek yang menyasar pasar global. Pada acara media day yang digelar April tahun lalu, mereka memposisikan diri sebagai “studio spesialis konten pendek.”
Kemudian pada bulan Juli, mereka bekerja sama dengan DramaBox untuk mengadakan kompetisi penulisan naskah drama pendek, sebagai upaya menemukan kelayakan intelektual orisinal sekaligus membangun jalur distribusi global.
Kekuatan inti perusahaan ini terletak pada model studio format pendeknya, yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai, mulai dari tahap investasi dan produksi hingga distribusi. Tidak sekadar mengandalkan sistem produksi alih daya, perusahaan ini membangun model bisnis yang berkelanjutan dengan bertumpu pada kepemilikan IP.
Melalui kerja sama produksi dengan sejumlah spesialis film pendek terkemuka seperti New Universe dan Pullim, KT Studio Genie berhasil mengamankan jalur produksi yang stabil.
Mereka juga membuka jalur cepat untuk rilis global langsung lewat kolaborasi dengan berbagai platform internasional besar, termasuk DramaBox, ReelShort, GoodShort, ShortMax, Vigloo, serta iQIYI International.
Dilansir dari Seoul Economic Daily, di Korea, mereka juga menjalin bekerja sama dengan platform seperti TVING, Vigloo, dan Lezhin Snack (Lezhin Entertainment), sehingga secara keseluruhan memiliki sekitar 30 saluran distribusi baik di pasar domestik maupun internasional.
KT Studio Genie juga berupaya meningkatkan efisiensi produksi melalui infrastruktur berbasis AI. Saat ini, perusahaan tersebut menerapkan teknologi AI pada produksi tertentu, mengurangi biaya untuk adegan kompleks seperti pengambilan gambar drone dan pengambilan gambar kendaraan skala besar sekitar 20%.
Perusahaan ini bertujuan untuk mencapai pengurangan biaya lebih dari 40% dari total anggaran produksi melalui kemajuan teknologi lebih lanjut. Hal ini diharapkan dapat memungkinkan produksi genre dengan tingkat kesulitan tinggi seperti fiksi ilmiah, fantasi, dan drama periode yang sebelumnya sulit dilakukan dalam format film pendek.
“Permintaan akan konten pendek premium khas Korea berkembang pesat, terutama di Amerika Utara dan Asia Tenggara, dan konten pendek akan memantapkan dirinya sebagai konten harian arus utama di luar budaya camilan,” kata Oh Ki-je, Wakil Presiden Eksekutif di KT Studio Genie.
Pihak Genie menyatakan, “Short drama ke depannya bukan hanya sekadar konten selingan, tetapi akan menjadi salah satu pondasi penting dalam kehidupan sehari-hari.”

Distika Safara Setianda
Editor
