Korporasi

Pendapatan Naik, Beban Terkendali: Rahasia Kesuksesan CBDK dan PANI di 2024

  • Meskipun pendapatan meningkat, beban pokok pendapatan hanya naik tipis 1% yoy menjadi Rp976,61 miliar, sehingga laba kotor terdongkrak 28,87% yoy menjadi Rp1,27 triliun.
IMG_2449.jpeg
Sugianto Kusuma alias Aguan selaku Presiden Direktur PANI (Istimewa)

JAKARTA – Dua emiten milik konglomerat Sugianto Kusuma atau Aguan, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), mencatatkan kinerja cemerlang sepanjang 2024. Kedua perusahaan properti ini tidak hanya membukukan pertumbuhan laba yang impresif, tetapi juga berhasil menarik perhatian pasar modal.

CBDK resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2025, meraup dana segar Rp2,3 triliun melalui IPO. Seluruh dana tersebut dialokasikan untuk pengembangan proyek MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions), sejalan dengan strategi ekspansi perusahaan di sektor properti.

Sejak IPO, harga saham CBDK melonjak tajam, kini bertengger di Rp6.825 per saham, naik signifikan dari harga penawaran awal sebesar Rp4.060 per saham. Kinerja keuangan perusahaan pun mencerminkan tren positif, dengan laba bersih yang tumbuh 59,8% year-on-year (yoy) menjadi Rp924,75 miliar pada 2024, naik dari Rp578,55 miliar pada tahun sebelumnya.

Peningkatan laba bersih ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp2,25 triliun, naik 15,4% yoy dari Rp1,95 triliun pada 2023. Penjualan tanah dan bangunan menjadi kontributor utama dengan perolehan Rp2,24 triliun, sementara segmen lain menyumbang Rp6,17 miliar, dan pendapatan dari sewa lahan tercatat sebesar Rp1 miliar.

Menariknya, meskipun pendapatan meningkat, beban pokok pendapatan hanya naik tipis 1% yoy menjadi Rp976,61 miliar, sehingga laba kotor terdongkrak 28,87% yoy menjadi Rp1,27 triliun. Dari sisi neraca, per 31 Desember 2024, total aset CBDK mencapai Rp19,08 triliun dengan ekuitas sebesar Rp8,3 triliun.

Sebagai induk usaha CBDK, PANI juga membukukan kinerja keuangan yang sangat kuat. Laba bersih perusahaan melonjak 2,3 kali lipat atau 131% yoy menjadi Rp623,9 miliar pada 2024, dibandingkan Rp273,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba bersih ini didorong oleh kenaikan pendapatan sebesar 31,2% yoy menjadi Rp2,8 triliun dari Rp2,2 triliun pada 2023. Selain itu, prapenjualan PANI sepanjang 2024 mencatat angka yang cukup besar, yakni Rp6,01 triliun, mencerminkan tingginya permintaan terhadap properti yang dikembangkan perusahaan.

Meski beban pokok pendapatan PANI meningkat 15,5% yoy menjadi Rp1,3 triliun, laba kotor tetap tumbuh signifikan sebesar 46,9% yoy menjadi Rp1,6 triliun. Margin laba kotor juga mengalami peningkatan dari 56%, mencerminkan efisiensi bisnis yang diterapkan perseroan.

Di lantai bursa, saham PANI pada penutupan perdagangan Selasa, 4 Maret 2025, berada di level Rp10.850 per saham. Berbeda dengan CBDK, saham ini terpantau menurun secara year to date sebesar 37,37%.

Kendati demikian, dengan strategi ekspansi yang agresif dan pertumbuhan laba yang solid, baik CBDK maupun PANI semakin mengukuhkan posisinya sebagai pemain utama di industri properti. Kinerja positif ini mencerminkan optimisme pasar terhadap prospek kedua perusahaan di masa mendatang.