Pemerintah Genjot Produksi PCR Lokal Hingga 2 Juta Unit Per Bulan
JAKARTA – Pemerintah menyanggupi pemberian fasilitas gedung guna memperbesar kapasitas produksi polymerase chain reaction (PCR). Tujuannya, agar produsen PCR yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) dapat menyentuh jumlah produksi hingga dua juta per bulan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku rencana mengalihfungsikan gedung Avian, eks laboratorium vaksin flu burung […]

Ananda Astri Dianka
Author


Petugas medis mengambil sampel darah sopir taksi saat melakukan ujicoba cepat (rapid test) Drive Thru kepada pengemudi angkutan umum di halaman kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Senin (20/4/2020). Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menggelar Drive Thru rapid test bagi para pengemudi angkutan umum untuk mencegah penyebaran COVID-19. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia
(Istimewa)JAKARTA – Pemerintah menyanggupi pemberian fasilitas gedung guna memperbesar kapasitas produksi polymerase chain reaction (PCR). Tujuannya, agar produsen PCR yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) dapat menyentuh jumlah produksi hingga dua juta per bulan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengaku rencana mengalihfungsikan gedung Avian, eks laboratorium vaksin flu burung di Bandung, Jawa Barat telah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo.
“Sudah kami sampaikan dan Bapak Presiden setuju, sangat mendukung,” kata Muhadjir di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Nantinya, penggunaan gedung Avian ini akan berada di bawah koordinasi antara Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Kementerian Kesehatan.
Agar dapat digunakan sebagai tempat produksi PCR, Bio Farma bekerja sama dengan Kementerian PUPR dapat merancang kebutuhan konstruksi bangunan yang layak sebagai tempat produksi PCR.
Saat ini, BUMN farmasi tersebut memiliki kapasitas produksi sebanyak 50.000 PCR kit per minggu. Sebagai produsen PCR dalam negeri, Bio Farma mendapatkan dukungan dari banyak pihak.
Dalam proses pemeriksaan COVID-19, banyak ditemui kasus PCR yang tidak kompatibel dengan reagen di Indonesia. Dengan demikian, PCR lokal buatan Bio Farma diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tes sekaligus menyesuaikan reagen dalam negeri.
“Kami berharap produksi dalam negeri dapat menekan impor PCR,” tambah dia.
Selain mengurangi arus impor, produksi PCR lokal juga diharapkan mampu menekan mahalnya harga PCR. Sebagaimana diketahui, harga pasaran untuk tes PCR dan swab di berbagai rumah sakit mencapai di atas Rp1 juta. (SKO)
