Tren Ekbis

Pegadaian dan SMBC Indonesia Dorong Orange Financing di Indonesia

  • Pegadaian dan SMBC Indonesia memperkuat kolaborasi lewat pengembangan Sustainable Financing Framework 2026 berbasis ESG dan inklusi sosial.
WhatsApp Image 2026-05-11 at 17.23.23 (1).jpeg
PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi pembiayaan berkelanjutan melalui pengembangan Sustainable Financing Framework 2026. (SMBC)

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Pegadaian dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk memperkuat kolaborasi pembiayaan berkelanjutan melalui pengembangan Sustainable Financing Framework 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas integrasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis kedua institusi.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari penandatanganan nota kesepahaman dalam Forum Indonesia-Japan Strategic Partnership pada Maret 2026 lalu.

Melalui pengembangan kerangka baru ini, Pegadaian memperluas cakupan pembiayaan berkelanjutan yang sebelumnya hanya berfokus pada aspek sosial melalui Social Financing Framework 2024.

Kini, framework baru mencakup tiga aspek utama sekaligus, yakni sosial, hijau atau lingkungan, dan orange financing yang berfokus pada kesetaraan gender, inklusi sosial, serta pemberdayaan perempuan.

Direktur Keuangan dan Perencanaan Strategis Pegadaian Ferdian Timur Satyagraha menyebut langkah ini menjadi bagian penting transformasi perusahaan.

“Penyempurnaan Sustainable Financing Framework 2026 menjadi tonggak penting dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi bisnis secara lebih komprehensif dan terukur,” ujarnya.

Fokus Perluas Pembiayaan Inklusif

Head of Wholesale, Commercial & Transaction Banking SMBC Indonesia Nathan Christanto mengatakan pengembangan framework ini diharapkan memperluas akses pembiayaan berkelanjutan sekaligus memperkuat dampak sosial dan lingkungan.

Framework tersebut disusun mengacu pada berbagai standar internasional, termasuk prinsip Green Bond, Social Bond, hingga Orange Bond yang dikembangkan International Capital Market Association (ICMA), Loan Market Association (LMA), serta Impact Investment Exchange (IIX).

Dalam proses penyusunannya, Pegadaian juga memperoleh Second Party Opinion (SPO) dari Environmental Resource Management yang menyatakan framework tersebut telah selaras dengan prinsip pembiayaan berkelanjutan global.

ESG dan Pembiayaan Inklusif Kian Jadi Fokus Industri Keuangan

Kolaborasi ini menunjukkan tren pembiayaan berkelanjutan di industri keuangan mulai bergerak lebih luas, tidak hanya fokus pada isu lingkungan, tetapi juga inklusi sosial dan kesetaraan gender.

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep orange financing mulai mendapat perhatian global karena dinilai mampu memperluas akses ekonomi kelompok perempuan dan komunitas rentan yang selama ini sulit menjangkau layanan keuangan formal.

Bagi Pegadaian, penguatan framework ini juga menjadi strategi memperluas peran perusahaan sebagai institusi keuangan inklusif di luar layanan gadai konvensional. Sementara bagi SMBC Indonesia, keterlibatan dalam penyusunan framework memperkuat posisi bank dalam pengembangan ekosistem pembiayaan berkelanjutan nasional.

Ke depan, kedua perusahaan menyatakan akan menjajaki peluang kerja sama lanjutan, termasuk pengembangan orange loan, ekosistem emas, hingga pembiayaan inklusif berbasis keberlanjutan.