Pasar Obligasi Masih Menarik Saat Suku Bunga Naik, Ini Penjelasannya
- Investasi di pasar global dinilai masih menarik dilirik meski suku bunga acuan dunia dan global dalam tren kenaikan.

Liza Zahara
Author


Ilustrasi suku bunga acuan dan kurs rupiah. / Pixabay
(Istimewa)JAKARTA - Investasi di pasar global dinilai masih menarik untuk dilirik meski suku bunga acuan dunia dan global dalam tren kenaikan.
Ekonom Senior Mirae Asset Sekuritas Rully Wisnubroto mengatakan, penilaian tersebut atas pertimbangan utama yakni terjaganya defisit fiskal Anggaran Pendapatan Belanjan Negara (APBN) di 2022 sebagai taget pemerintah sebesar 4,50%. Hal itu juga diiringi dengan meningkatnya penerimaan pajak.
"Prediksi lainnya datang dari kemungkinan adanya perdamaian konflik antara Rusia dan Ukraina di tahun ini disertai kondisi makroekonomi domestik," kata Rully dalam keterangan resmi, Senin, 22 Agustus 2022.
- Indonesia Terancam Hiperinflasi pada September 2022, Nilai Kurs Rupiah Ditutup Melemah Lagi
- Buruan Ikut! BUMN Indah Karya Buka Lowongan Kerja untuk 19 Posisi
- BI Resmi Luncurkan 7 Uang Rupiah Baru Emisi 2022
Berbicara suku bunga acuan, Rully memprediksikan The Fed masih akan menaikkan suku bunga acuannya sebesar 1% atau 100 bps hingga akhir 2022.
Kenaikan tersebut terjadi pada FOMC September sebesar 50 bps dan masing-masing 25 pada FOMC November-Desember.
Di sisi lain, Bank Indonesia memproyeksikan akan menaikkan suku bunga acuan BI7DRRR sebesar 50 bps secara total pada 2022 hingga ke kisaran 4%.

Laila Ramdhini
Editor
