Tren Ekbis

Paramount Petals Perkuat Konektivitas, Bagaimana Prospek Investasinya?

  • Paramount Petals mengembangkan akses tol, shuttle bus, dan fasilitas kawasan untuk mendukung mobilitas serta kebutuhan penghuni di Tangerang.
WhatsApp Image 2026-10-29 at 12.14.55.jpeg
Paramount Petals, kota mandiri yang dikembangkan di wilayah barat Jakarta, mengandalkan pengembangan infrastruktur dan konektivitas untuk memperkuat daya tarik kawasannya. (Paramount Land)

JAKARTA, TRENASIA.ID — Kemacetan dan waktu tempuh perjalanan menjadi pertimbangan penting bagi masyarakat urban dalam memilih tempat tinggal. Kondisi ini turut mendorong pengembangan kawasan hunian di wilayah penyangga Jakarta, termasuk Tangerang Raya, yang menawarkan kombinasi akses transportasi, fasilitas sehari-hari, dan lingkungan tempat tinggal.

TomTom Traffic Index 2025 mencatat tingkat kemacetan Jakarta sebesar 59,8%, dengan waktu yang hilang akibat kemacetan pada jam sibuk mencapai 125 jam per tahun. Situasi tersebut memperlihatkan tantangan mobilitas yang dihadapi masyarakat perkotaan dan menjadi salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menentukan lokasi hunian.

Di Tangerang, pengembangan kota mandiri menjadi salah satu pendekatan untuk mengintegrasikan kawasan residensial dengan fasilitas komersial dan layanan penunjang kehidupan sehari-hari.

Paramount Petals, kota mandiri yang dikembangkan di wilayah barat Jakarta, mengandalkan pengembangan infrastruktur dan konektivitas untuk memperkuat daya tarik kawasannya. Pengembang menghadirkan beragam fasilitas, mulai dari hunian dan area komersial hingga layanan kesehatan dan ruang aktivitas warga.

Akses Tol Jadi Bagian Strategi Pengembangan

Salah satu infrastruktur yang dikembangkan adalah akses tol langsung di KM 25 pada koridor Jakarta–Merak ruas Jakarta–Tangerang. Akses ini dirancang untuk menghubungkan kawasan Paramount Petals dengan jaringan jalan tol menuju Jakarta dan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Direktur Project Management Paramount Land Cok Putra Tri Utama mengatakan, pembangunan akses tol dimulai pada Juli 2024 dan rampung pada awal 2026. Namun, sebelum dibuka secara resmi, akses tersebut masih harus melalui tahapan pengujian dan evaluasi.

“Pembangunan akses tol langsung Jakarta–Merak ruas tol Jakarta–Tangerang KM 25, yang dimulai pada Juli 2024 dan rampung pada awal 2026 ini, adalah salah satu proyek strategis yang menjadi tonggak penting pengembangan Paramount Petals," ujar Cok.

Melanjutkan pembangunan fisik yang telah rampung, saat ini proyek modifikasi akses tol Paramount Petals telah memasuki tahap Pra Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO). 

"Dilanjutkan dengan uji coba operasional dan evaluasi oleh pemangku kepentingan untuk memastikan akses tol ini memenuhi standar keamanan dan dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat, sebelum tol dibuka secara resmi untuk publik,” imbuh Cok.

Pengembang menyebut akses tersebut direncanakan memiliki enam gerbang tol, dengan pembagian tiga gerbang untuk arus dari Jakarta menuju Paramount Petals dan Jalan Pasir Randu, serta tiga gerbang untuk arus dari kawasan menuju Jakarta.

Akses tersebut juga diproyeksikan dapat mengurangi kemacetan di jalan arteri Bitung hingga 10%, atau setara dengan sekitar 19.000–20.000 kendaraan per hari. Besaran dampak tersebut masih perlu dibaca sebagai proyeksi pengembang, bukan hasil pengukuran setelah akses beroperasi.

Selain akses tol, Paramount Petals menyediakan layanan shuttle bus menuju Grogol melalui kerja sama dengan White Horse Group dan jaringan DayTrans. Layanan ini menjadi alternatif perjalanan yang dapat terhubung dengan moda transportasi publik lain, termasuk kereta komuter dan TransJakarta, sesuai rute serta titik perpindahan yang tersedia.

Fasilitas Harian Jadi Pertimbangan Hunian

Selain konektivitas, kelengkapan fasilitas di dalam kawasan menjadi salah satu aspek yang ditawarkan Paramount Petals. Fasilitas yang disebut telah dihadirkan meliputi Paramount Petals Community Club, Pasar Modern Paramount Petals, dan Bethsaida Clinic.

Ketersediaan fasilitas di sekitar tempat tinggal dapat membantu penghuni memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa harus selalu bepergian ke kawasan lain. Meski demikian, manfaatnya bagi penghuni tetap bergantung pada jenis layanan yang tersedia, jam operasional, aksesibilitas, dan perkembangan fasilitas seiring pertumbuhan jumlah penduduk.

Pengembangan kawasan terpadu juga dapat menjadi pertimbangan bagi calon pembeli yang mengutamakan kemudahan mobilitas dan akses terhadap layanan sehari-hari. Namun, keputusan membeli hunian tetap perlu mempertimbangkan harga, biaya kepemilikan, kualitas bangunan, serta kesesuaian lokasi dengan kebutuhan keluarga.

Potensi Investasi Bergantung pada Perkembangan Kawasan

Paramount Petals mengusung konsep kota mandiri dengan pengembangan bertahap yang menggabungkan kawasan residensial, komersial, dan infrastruktur. Pengembang menyatakan akan melanjutkan pembangunan sesuai komitmen Growth is Certain.

Dari perspektif investasi properti, konektivitas dan kelengkapan fasilitas dapat menjadi faktor yang memengaruhi daya tarik suatu kawasan. Akan tetapi, keberadaan infrastruktur tidak otomatis menjamin kenaikan harga rumah maupun keuntungan bagi pemiliknya.

Perkembangan nilai properti juga dipengaruhi harga beli awal, permintaan pasar, pasokan hunian, akses aktual setelah infrastruktur beroperasi, serta kondisi ekonomi dan pembiayaan. Calon investor karena itu perlu membandingkan harga properti, biaya perawatan, potensi pendapatan sewa, dan likuiditas aset sebelum mengambil keputusan.

Dengan pengembangan akses transportasi dan fasilitas pendukung, Paramount Petals berupaya memperkuat daya tariknya sebagai kawasan hunian di barat Jakarta. Bagi calon penghuni maupun investor, perkembangan aktual infrastruktur dan fasilitas akan menjadi faktor penting dalam menilai manfaat kawasan tersebut dalam jangka panjang.