Pandemi Belum Mereda, Kini Muncul Varian COVID-19 Delta Plus
- Meski pandemi sampai sekarang belum mereda, kini muncul varian COVID-19 Delta Plus

Justina Nur Landhiani
Author
JAKARTA – Pandemi COVID-19 hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Bahkan, kini makin banyak kasus positif COVID-19 di Indonesia.
Seperti yang kita tahu, akhir-akhir ini muncul varian COVID-19 baru yaitu varian Delta. COVId-19 varian delta disebut-sebut memiliki kemampuan penularan yang lebih tinggi daripada varian COVID-19 sebelumnya.
Akan tetapi, kini justru ditemukan varian baru dari virus corona, yaitu Delta Plus.
- Pandemi Belum Mereda, Kini Muncul Varian COVID-19 Delta Plus
- Bocoran Tanggal Rilis iPhone 13, Intip Harga dan Spesifikasinya!
- Berkat Pandemi, Tinder Tambah Fitur Baru Agar Pengguna Mengenal Seseorang Lebih Dalam Secara Virtual
Dikutip dari laman BBC, Kementerian Kesehatan India mengatakan bahwa penelitian menunjukkan bahwa apa yang disebut varian Delta plus yang juga dikenal sebagai AY.1, mampu menyebar lebih mudah, lebih mudah mengikat sel paru-paru dan berpotensi resisten terhadap terapi antibodi monoklonal, infus antibodi intravena yang kuat untuk menetralkan virus.
Varian terbaru tersebut terkait dengan Delta, yang diperkirakan memicu infeksi COVID-19 gelombang kedua di India.
Kementerian Kesehatan India mengatakan varian Delta plus pertama kali ditemukan di India pada April, pada 40 sampel dari enam distrik di tiga negara bagian, Maharashtra, Kerala dan Madhya Pradesh.
Varian Delta plus juga telah ditemukan di sembilan negara lain seperti Amerika Serikat, Inggris, Portugal, Swiss, Jepang, Polandia, Nepal, Rusia dan Cina.
- Pandemi Belum Mereda, Kini Muncul Varian COVID-19 Delta Plus
- Inilah Kriteria Orang yang Tidak Boleh Diberikan Vaksinasi COVID-19
- Waspada! Inilah Gejala Awal COVID-19 pada Anak-anak
Akan tetapi, seorang dokter yang merupakan ahli epidemiologi dan vaksin di New Delhi, Chandrakant Lahariya mengatakan bahwa kita tidak perlu panik, dan hanya harus tetap waspada mengenai perkembangan varian baru ini.
Selain itu, jika melihat bukti yang tersedia saat ini, delta plus tidak jauh berbeda dari varian delta.
Satu-satunya perbedaan klinis adalah varian delta plus memiliki beberapa resistensi terapi kombinasi antibodi monoklonal.
