Industri

OYO Merambah Amerika

  • JAKARTA – Perusahaan perhotelan asal India, OYO, kian gencar melakukan ekspansi bisnisnya ke berbagai negara. Sejumlah pencapaian pun berhasil diraih oleh jaringan perhotelan berlogo merah ini. India masih menjadi pasar terbesar OYO, sebanyak 18.000 lokasi. Selanjutnya, jaringan hotel murah ini juga tersebar disejumlah negara, seperti China sebanyak 13.000 lokasi di 333 kota, kemudian Inggris, Indonesia, […]

<p>Sumber: id.pinterest.com</p>

Sumber: id.pinterest.com

(Istimewa)

JAKARTA – Perusahaan perhotelan asal India, OYO, kian gencar melakukan ekspansi bisnisnya ke berbagai negara. Sejumlah pencapaian pun berhasil diraih oleh jaringan perhotelan berlogo merah ini.

India masih menjadi pasar terbesar OYO, sebanyak 18.000 lokasi. Selanjutnya, jaringan hotel murah ini juga tersebar disejumlah negara, seperti China sebanyak 13.000 lokasi di 333 kota, kemudian Inggris, Indonesia, Filipina, hingga Uni Emirat Arab.

Setelah memiliki 200 cabang di Amerika Serikat, Ritesh Argawal merencanakan akan memperluas jaringan hotelnya di sana. Sebab, menurutnya negara tersebut memberikan peluang yang besar untuk dapat mengambangkan bisnisnya. Pada Agustus 2019, OYO telah membeli sebanyak 657 ruangan Hooters Casino Hotel di Nevada.

Argawal menyatakan Amerika Serikat merupakan salah satu pasar perhotelan terbesar, baik dalam sektor pariwisata domestik maupun internasional.

Kemudian OYO juga telah mengembangkan model bisnisnya dengan melakukan rebranding hotel secara keseluruhan dan mengembangkan afiliasi dengan konsep waralaba dan sewa.

Awalnya bisnis ini hanya merupakan website untuk menawarkan inventirasasi kamar hotel bermerek di seluruh India dengan fasilitas standar seperti WiFi gratis, TV layar datar, alas kasur yang berkualitas dan perlengkapan mandiri bermerek.

saat ini perusahaan ini sekarang memiliki lebih dari 35.000 hotel di 800 kota dan mampu membuka lapangan pekerjaan untuk 20.000 orang.

Perkembangannya di Indonesia

Perkembangan jaringan hotel OYO di Indonesia terbilang cepat. Pada tahun 2019, perusahaan tersebut berhasil menciptakan 1.000 lapangan pekerjaan di tanah air yang tersebar di 100 kota. Pertumbuhan bisnis ini mencapai hampir 30 kali lipat dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Sebagai salah satu perusahaan star up, yang mana perkembangnnya memberikan pengaruh terhadap peningkatan ekonomi digital di Indonesia mencapai RP 1.831 triliun di tahun 2020, yang mana kontribusinya sebesar 11% terhadap produk domestik bruto (PDB).