OJK Tegaskan Industri Perbankan Indonesia Sudah Melampaui Masa Prakrisis
- Hal tersebut dikatakan Dian dibuktikan melalui catatan kinerja industri perbankan yang relatif masih baik, yang mana penyaluran kredit perbankan dan dana pihak ketiga (DPK) pada November 2022 masing-masing tumbuh 11,6% dan 8,78% secara tahunan.

Idham Nur Indrajaya
Author


JAKARTA - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae mengatakan bahwa industri perbankan Indonesia sudah melampaui masa prakrisis.
Dikatakan oleh Dian, pertumbuhan perekonomian global pada 2023 diperkirakan akan melambat dan berpotensi untuk dihantam resesi.
Potensi tersebut dilatarbelakangi oleh tren kenaikan suku bunga dan konflik geopolitik yang sudah berlangsung sejak 2022.
- Outlook Otomotif 2023: Jembatani Konversi BBM ke Listrik, Sistem Hybrid Lebih Menarik
- Jos! Ekspor RI Sepanjang 2022 Capai Rp4.391 Triliun
- Permintaan Batu Bara China dan India Meningkat, Apa Dampaknya bagi Emiten Emas Hitam RI?
Akan tetapi, dampak yang mengkhawatirkan dari ancaman resesi ini dinilai OJK belum terlalu menghantam Indonesia, termasuk untuk industri perbankan.
"Situasi fluktuasi harga komoditas dari berbagai dunia, kebijakan yang dilaksanakan oleh bank sentral di seluruh dunia untuk mengendalikan inflasi, cukup berdampak signifikan ke berbagai negara. Tetapi bisa dikatakan bahwa dampak yang sampai ke Indonesia hingga saat ini tidak terlalu mengkhawatirkan," ujar Dian dalam webinar Tren Perbankan di 2023, Selasa, 17 Januari 2023.
Hal tersebut dikatakan Dian dibuktikan melalui catatan kinerja industri perbankan yang relatif masih baik, yang mana penyaluran kredit perbankan dan dana pihak ketiga (DPK) pada November 2022 masing-masing tumbuh 11,6% dan 8,78% secara tahunan.
"Hal ini merefleksikan kinerja perbankan kita yang sudah melampaui masa prakrisis," kata Dian.
- Saham WMUU dan MORA Ambles Berhari-hari, BEI Kapan Suspensi?
- Gegara Avatar: The Way of Water, James Cameron Jadi Sutradara Film Terlaris Sepanjang Masa
- Mudah Sekali Cara Setting Proxy WhatsApp di Android dan iPhone untuk Bisa Chatting Tanpa Internet
Dian pun menyampaikan, untuk membekali industri perbankan dalam menghadapi 2023 yang diwacanakan dipenuhi dengan ketidakpastian, dicetuskanlah kebijakan pemenuhan modal inti minimum sebesar Rp3 triliun untuk bank umum.
Kebijakan ini ditempuh sebagai antisipasi bagi industri perbankan untuk menghadapi berbagai tekanan yang akan terjadi pada tahun 2023.
Saat ini, hampir semua bank umum sudah memenuhi persyaratan modal inti minimum. Hanya satu bank umum yang belum memenuhi persyaratan tersebut hingga batas waktu yang ditentukan, yaitu PT Prima Master Bank.

Ananda Astri Dianka
Editor
