OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020-2025
- JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020 – 2025 (RP2I). Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan...

Ananda Astri Dianka
Author
JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya meluncurkan Roadmap Pengembangan Perbankan Indonesia 2020 – 2025 (RP2I).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana menyampaikan, peta jalan ini berguna untuk membantu industri perbankan menghadapi tantangan ke depan. Termasuk di antaranya adalah rancangan transformasi digital perbankan.
- OCBC NISP Pangkas Suku Bunga Kredit Korporasi dan Ritel
- Jadi Ini Alasan Mengapa Elon Musk Pilih Investasi di India?
- Royalti Batu Bara 0 Persen, Ini Pengaruh Jangka Pendek dan Panjang
“Sejak COVID-19, perbankan menghadapi tantangan terkait skala usaha dan daya saing serta perkembangan ekonomi dan keuangan digital yang pesat diiringi dengan perubahan perilaku ekonomi masyarakat,” kata Heru dalam pekuncuran RP21 secara virtual, Kamis, 18 Februari 2021.
Heru mengatakan, RP2I berisikan arah dan acuan pengembangan jangka pendek maupun pengembangan struktural secara bertahap dalam rentang waktu enam tahun.
Arah pengembangan jangka pendek ditujukan untuk mengoptimalkan peran perbankan dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional akibat dampak pandemi COVID-19.
Sementara, arah pengembangan struktural ditujukan untuk memperkuat perbankan nasional sehingga memiliki daya tahan (resiliensi) yang lebih baik. Selain itu meningkatkan daya saing yang lebih tinggi dan kontribusi yang lebih optimal terhadap perekonomian nasional.
RP2I terdiri dari empat arah pengembangan yaitu pertama, penguatan struktur dan keunggulan kompetitif. Kedua, akselerasi transformasi digital.
Ketiga, penguatan peran perbankan dalam perekonomian nasional. Keempat, penguatan pengaturan, pengawasan dan perizinan; serta empat perangkat pendukung yang terdiri dari empat hal.
Keempatnya adalah kepemimpinan dan manajemen perubahan, infrastruktur teknologi informasi. Kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM), serta sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
