Oh, Ternyata Ini Alasan Anak-anak Lebih Kebal Virus Corona
- NEW YORK – Journal of American Medical Association mengungkapkan usia rata-rata pasien virus corona didominasi antara 49 dan 56 tahun, dari data tersebut...

Ananda Astri Dianka
Author


NEW YORK – Journal of American Medical Association mengungkapkan usia rata-rata pasien virus corona didominasi antara 49 dan 56 tahun, dari data tersebut peneliti tertarik dengan minimnya jumlah anak-anak yang tertular.
Hingga kini, peneliti masih berspekulasi kenapa anak-anak lebih rendah risiko terkena virus yang dijuluki covid-19 ini. Bukan hanya terjadi pada kasus virus corona, tetapi juga banyak dalam kasus penyakit menular lainnya seperti cacar air, sindrom pernafasan akut akut (SARS), dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS), kata para dokter.
"Kami tidak sepenuhnya memahami fenomena ini - mungkin karena perbedaan dalam respon imun anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa," Dr. Andrew Pavia, kepala Divisi Penyakit Menular Anak di Universitas Utah, dikutip dari Live Science, Minggu 8 Maret 2020.
Dalam hipotesis Pavia, sistem kekebalan bawaan adalah garis pertahanan pertama melawan patogen. Jika respons imun bawaan lebih kuat pada anak-anak yang terpaparvirus corona, mereka berpotensi melawan infeksi lebih mudah daripada orang dewasa, atau hanya menderita gejala ringan.
“Anak-anak bukan tidak memiliki gejala sama sekali, sistem kekebalan mereka sangat kuat, itu tidak membuat mereka seperti orang dewasa,” kata Krys Johnson, seorang ahli epidemiologi di Temple University College of Public Health.
Demikian pula, kata Johnson, orang dewasa 25 kali lebih mungkin meninggal akibat cacar air daripada anak-anak. Meskipun influenza dapat sangat berbahaya bagi bayi, tetapi bagi anak-anak yang lebih dewasa biasanya lebih mudah sembuh dibanding dengan orang dewasa, dengan tingkat kematian akibat flu musiman pada orang dewasa mencapai 10 kali lipat dari angka kematian pada anak-anak.
Selain itu, anak-anak mungkin memiliki saluran pernapasan yang lebih sehat karena mereka lebih sedikit terpapar asap rokok dan polusi udara daripada orang dewasa. Oleh karena itu, orang dewasa lebih rentan terhadap respons kekebalan yang merusak yang menyebabkan kondisi yang disebut sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS). Studi menunjukkan bahwa sekitar 40% orang dengan ARDS meninggal.
