OCBC Bidik Nasabah High-Net-Worth Lewat Layanan Premier One
- OCBC meluncurkan Premier One untuk nasabah high-net-worth, dengan advisory personal, akses produk investasi pilihan, jaringan regional, dan fasilitas gaya hidup.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID — OCBC memperkuat bisnis pengelolaan kekayaan atau wealth management melalui peluncuran Premier One, layanan eksklusif yang menyasar nasabah dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth.
Layanan ini menggabungkan pendampingan investasi personal, akses prioritas ke produk pilihan, serta fasilitas regional dan gaya hidup. Peluncuran Premier One dilakukan di tengah meningkatnya kebutuhan nasabah terhadap layanan keuangan yang lebih personal.
Pengelolaan kekayaan tidak hanya berkaitan dengan pengembangan aset, tetapi juga mencakup kebutuhan likuiditas, pengelolaan risiko, hingga perencanaan keuangan keluarga dan bisnis.
Customer Experience Head OCBC Hayati Indah Putri mengatakan, nasabah dengan kekayaan tinggi semakin membutuhkan layanan yang memahami kondisi dan tujuan finansial mereka secara menyeluruh, bukan sekadar menawarkan produk investasi.
“Bagi nasabah affluent, pengalaman yang baik dimulai ketika bank memahami keseluruhan konteks hidupnya, bukan hanya angka pada portofolio. Personalisasi berarti memberikan akses yang mudah kepada advisory, solusi perbankan, dan manfaat yang benar-benar relevan,” ujar Hayati dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.
Berdasarkan OCBC 2026 Net Promoter Score Study, nasabah affluent yang puas memiliki tingkat keterlibatan 20% lebih tinggi dibandingkan nasabah yang belum puas. Keluasan solusi investasi yang ditawarkan bank menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kepuasan tersebut.
Studi yang sama mencatat 75% investor affluent menginginkan saran yang disesuaikan dengan kondisi pribadi, sedangkan 70% berharap penasihat keuangan atau advisor memberikan pandangan secara proaktif tanpa harus selalu diminta.
Kebutuhan nasabah juga meluas ke layanan di luar transaksi dan investasi. OCBC menyebut Beyond Banking termasuk tiga faktor utama yang mendorong kepuasan nasabah.
Sebanyak 42% nasabah high-net-worth menyatakan puas terhadap kemampuan OCBC menyediakan manfaat yang mendukung mobilitas, kesehatan, keluarga, dan kualitas hidup.
Deposito Masih Mendominasi Simpanan dan Investasi Ritel
Di sisi lain, perkembangan perilaku investasi menunjukkan adanya kebutuhan untuk memperkuat pendampingan finansial. Data industri yang dikutip OCBC menyebut 59% profesional pengelolaan kekayaan atau wealth professionals menilai nasabah Indonesia semakin memahami investasi. Namun, lebih dari 70% saldo tabungan dan investasi ritel masih ditempatkan pada deposito.
Wealth Management Advisory Head OCBC Diamond Stole mengatakan, pendampingan investasi diperlukan untuk menerjemahkan tujuan nasabah menjadi strategi portofolio yang sesuai, termasuk dalam menentukan diversifikasi aset.
“Keleluasaan solusi investasi menjadi penting karena tidak ada satu instrumen yang dapat menjawab seluruh kebutuhan nasabah. Wealth management yang personal dimulai dari pemahaman terhadap tujuan nasabah, kemudian diterjemahkan menjadi strategi dan akses kepada solusi investasi yang relevan,” kata Diamond.
Kebutuhan tersebut juga terlihat di pasar global. Menurut data yang dikutip OCBC, sebanyak 68% individu dengan kekayaan tinggi atau high-net-worth individuals berencana meningkatkan eksposur terhadap private equity. Meski demikian, hanya 17% yang menilai pengalaman konsultasi keuangan mereka telah terintegrasi dan personal.
Data tersebut menunjukkan bahwa penambahan pilihan produk saja belum tentu menjawab kebutuhan nasabah. Pendampingan diperlukan agar nasabah dapat memahami karakteristik produk, menilai risikonya, serta menentukan kesesuaiannya dengan tujuan investasi dan kebutuhan likuiditas.
Tiga Pilar Layanan Premier One
Premier One dirancang dengan pendekatan personalized accessibility for every ambition. Layanan ini menawarkan tiga pilar utama untuk mendukung kebutuhan pengelolaan kekayaan nasabah.
Pertama, pendampingan personal melalui Senior Relationship Manager yang didukung Konsultan Investasi. Kedua, akses prioritas ke produk investasi pilihan dan wawasan finansial dari wealth panel yang disesuaikan dengan profil serta kebutuhan nasabah. Ketiga, akses regional terintegrasi dan fasilitas gaya hidup melalui jaringan OCBC di Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Hong Kong.
Premier Banking Segment Head OCBC Stephanie M. Kristanto mengatakan, layanan tersebut menggabungkan keahlian konsultasi, solusi investasi, dan jaringan regional untuk mendampingi nasabah dalam mengelola kekayaan sesuai tujuan masing-masing.
“Premier One memperkuat proposisi wealth management OCBC dengan menyatukan pendampingan ahli, akses prioritas kepada solusi investasi pilihan, serta kekuatan jaringan regional dan manfaat lifestyle. Melalui pendekatan ini, kami ingin menjadi mitra yang mendampingi nasabah dalam merancang, mengelola, mengembangkan, dan melindungi kekayaannya sesuai tujuan masing-masing,” ujar Stephanie.
Selain layanan pengelolaan kekayaan, nasabah Premier One dapat menikmati sejumlah fasilitas, antara lain akses ke OCBC Premier Lounge, program kartu, layanan penjemputan premium di bandara, pemeriksaan kesehatan di dalam maupun luar negeri, serta pengalaman eksklusif sesuai ketentuan yang berlaku.
OCBC juga menawarkan sejumlah insentif, termasuk travel voucher senilai Rp12 juta dan cashback hingga Rp21 juta bagi nasabah baru atau Rp20 juta bagi nasabah eksisting. Manfaat tersebut mengikuti segmentasi nasabah, periode program, serta syarat dan ketentuan yang berlaku.
OCBC menegaskan bahwa rekomendasi investasi tetap mempertimbangkan kesesuaian dengan profil risiko, tujuan investasi, kebutuhan likuiditas, dan pemahaman nasabah. Setiap rekomendasi juga perlu disertai penjelasan mengenai manfaat, risiko, biaya, serta karakteristik produk.
Informasi lebih lanjut mengenai Premier One tersedia melalui situs resmi OCBC di https://www.ocbc.id/id/individu/premier/premier-one.

Chrisna Chanis Cara
Editor
