Nasional

Nyaris Dibeli Indonesia, Jet Tempur Su-35 Rusia Rontok di Ukraina

  •  KYIV-Setelah satu bulan lebih perang di Ukraina, untuk pertama kalinya jet tempur Su-35 Rusia terkonfirmasi jatuuh di Ukraina.  Su-35S tersebut jatuh
35 `.jpg

KYIV-Setelah satu bulan lebih perang di Ukraina, untuk pertama kalinya jet tempur Su-35 Rusia terkonfirmasi jatuuh di Ukraina.  Su-35S tersebut jatuh di dekat Izium, Ukraina sekitar 120 kilometer di tenggara Kharkiv. Dan  sepertinya  dikonfigurasi untuk misi Suppression Enemy Air Defenses atau SEAD.

Gambar puing-puing pesawat Angkatan Udara Rusia (VKS) mulai beredar secara online pada pada 3 April 2022. 

Tempat duduk tunggal, tanpa canards, dilengkapi dengan pod ujung sayap L-265M10P/R ECM dan dilengkapi pelindung panas pada stabilizer, pesawat ini dengan cepat diidentifikasi sebagai jet generasi 4++ Su-35S Flanker-E. Pesawat yang dikenal sebagai jet tempur super manuver. 

Wakil Menteri Dalam Negeri Anton Gerashchenko membenarkan bahwa Su-35 ditembak jatuh oleh pasukan Ukraina. Gerashchenko melaporkan bahwa pilot yang melontarkan diri sempat mencoba melarikan diri tetapi segera ditangkap.

Sebelumnya banyak beredar foto dan video yang menunjukkan pesawat Rusia ditembak jatuh termasuk bomber tempur terbaru Su-34.Namun inilah untuk pertama kalinya gambar Su-35 muncul. 

Berurusan dengan misi yang diterbangkan Su-35S, menunjukkan foto-foto lokasi kecelakaan  menunjukkan sisa-sisa rudal anti-radiasi  Kh-31. Ini berarti mungkin telah ditugaskan dengan misi SEAD. Sebuah misi  untuk menonaktifkan radar sistem pertahanan udara berbasis darat musuh.

Su-35/Russia MoD

Su-35S “Flanker E” adalah varian generasi 4++ dari pesawat Su-27 Flanker. Pesawat multirole ini memiliki fitur thrust-vectoring, cat penyerap radar, radar PESA Irbis-E, IRST, sistem pengacau radar Khibiny. Pesawat juga memiliki kemampuan untuk menggunakan beberapa senjata menarik termasuk rudal udara ke udara  jarak jauh R-37M.

Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum 2,25 Mach pada 36.000 kaki  dan membawa 8.000 kg senjata dengan jangkauan sekitar 1.000 mil.

Selain Rusia dua negara sudah menerbangkan jet tempur tersebut yakni China dan Mesir. Indonesia pernah memesan 11 jet tempur tersebut tetapi kemudian dibatalkan. Kabar santer menyebutkan pembatalan karena tekanan dari Amerika.

Rusia mengklaim pesawat itu lebih baik  daripada pesawat generasi keempat barat, seperti F-16 Amerika dan Rafaele Prancis dan bahkan  Typhoon yang dibangun konsorsium Eropa. Bahkan Rusia meyakini pesawat mampu melawan jet tempur siluman F-22 Raptor milik Amerika.