Neurabot, Start-up Lokal yang Kembangkan Deteksi Dini COVID-19

  • JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengapresiasi perusahaan rintisan (start-up) dalam negeri, Neurabot, sebagai pengembang data mining platform terpusat bagi data citra pasien COVID-19 yang telah teridentifikasi. Saat ini, perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan COVID-19 di Indonesia. “Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Neurabot yang turut […]

<p>Neurabot/ Kemenperin.go.id</p>

Neurabot/ Kemenperin.go.id

(Istimewa)

JAKARTA – Kementerian Perindustrian mengapresiasi perusahaan rintisan (start-up) dalam negeri, Neurabot, sebagai pengembang data mining platform terpusat bagi data citra pasien COVID-19 yang telah teridentifikasi.

Saat ini, perusahaan ini menjadi bagian dari gugus tugas kecerdasan buatan dan teknologi informasi (Task Force AI & TI) dalam penanganan COVID-19 di Indonesia.

“Kami memberikan apresiasi tinggi kepada Neurabot yang turut berkontribusi dalam penanganan wabah COVID-19 di Indonesia,” kata Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, Senin, 8 Juni 2020.

Menurut Gati, AI merupakan sasaran teknologi sebagai salah satu fondasi penerapan industri 4.0. Kemenperin juga tengah memprioritaskan pertumbuhan pelaku start-up teknologi dalam negeri.

“Program Start-up 4 Industry diharapkan dapat menjadi katalisator proses transformasi digital bagi pelaku IKM nasional yang berbasis pada pemecahan masalah yang dihadapi. Hal ini demi terwujudnya IKM unggul untuk masa depan industri Indonesia yang lebih baik,” tambah dia.

Founder & CEO Neurabot, Indarto menjelaskan salah satu tantangan yang dihadapi dalam penggunaan teknologi yang dikembangkan adalah mayoritas rumah sakit rujukan COVID-19 masih menggunakan pemeriksaan foto polos dada (x-ray) yang sensitivitasnya lebih rendah dibanding CT-scan paru dosis rendah (LDCT) dalam mendeteksi gambaran perubahan struktur paru pasien.

“Meski demikian, Neurabot bersama pakar AI yang tergabung dalam gugus tugas ini akan tetap berupaya mengolah seluruh sumber data yang ada, termasuk data foto polos dada dan data klinis sebagai penguat untuk menghasilkan solusi identifikasi dini berbasis AI dengan tepat dan cepat,” tutur dia.

Sejumlah program unggulan Neurabot adalah “My Lab”, yaitu platform laboratorium pemrosesan citra digital pertama di Indonesia di bidang kesehatan dan bioteknologi. Teknologi ini memungkinkan untuk menghadirkan laboratorium digital berbasis citra mikroskopis maupun citra radiologi.

“Ini dapat membuat penggunanya melakukan kolaborasi penelitian, olah data citra digital, digitalisasi serta penyimpanan data,” kata dia.

Selanjutnya, “AI Lab”, yang mampu mengolah data citra medik maupun bioteknologi yang telah terkumpul dengan bantuan kecerdasan buatan.

Hasilnya adalah informasi dalam bentuk prediksi, kalkulasi, identifikasi dan segmentasi suatu objek atau kondisi, yang berguna secara langsung saat pengambilan keputusan (decision support system) dalam proses diagnosis suatu penyakit, termasuk saat pandemi COVID-19. (SKO)