Industri

Naik Nyaris 3%, IHSG Tembus ke 6.000 dalam Sepekan

  • JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus ke level 6.104 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 18 Desember 2020. IHSG mengalami peningkatan sebesar 2,80% dari posisi awal pekan 5.938. “Pasar Modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang didominasi data positif,” tulis Bursa Efek Indonesia, Jumat, 18 Desember 2020. Kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga […]

<p>Pewarta memgambil gambar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jum&#8217;at, 20 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Pewarta memgambil gambar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jum’at, 20 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tembus ke level 6.104 pada penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat, 18 Desember 2020. IHSG mengalami peningkatan sebesar 2,80% dari posisi awal pekan 5.938.

“Pasar Modal Indonesia mencatatkan pergerakan data perdagangan yang didominasi data positif,” tulis Bursa Efek Indonesia, Jumat, 18 Desember 2020.

Kapitalisasi pasar bursa selama sepekan juga ditutup meningkat 2,78% ke Rp7.101,974 triliun, dari Rp6.910,151 triliun pada pekan sebelumnya.

Investor asing pada 18 Desember 2020 mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp2,680 triliun. Sedangkan sepanjang 2020 mencatatkan jual bersih sebesar Rp47,051 triliun.

Rata-rata nilai transaksi harian selama sepekan meningkat 9,07% ke Rp20,769 triliun, dari Rp19,042 triliun pada pekan sebelumnya.

Selama sepekan, dua perusahaan mencatatkan sahamnya di BEI yakni PT Victoria Care Indonesia Tbk dan PT Panca Mitra Multiperdana Tbk.

Selain itu, ada dua pencatatan obligasi, yaitu Obligasi Berkelanjutan II Sarana Multi Infrastruktur Tahap V 2020. Kedua, Obligasi Berkelanjutan I Indah Kiat Pulp & Paper Tahap III Tahun 2020.

Total emisi Obligasi dan Sukuk yang sudah tercatat sepanjang tahun 2020 adalah 101 emisi dari 58 Emiten senilai Rp84,96 triliun. Dengan kedua pencatatan baru , maka total emisi Obligasi dan Sukuk berjumlah 470 emisi. Nilai nominal outstanding sebesar Rp431,88 triliun dan USD47,5 juta, diterbitkan oleh 127 Emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) tercatat di BEI berjumlah 133 seri dengan nilai nominal Rp3.754,59 triliun dan USD400 juta. EBA sebanyak 10 emisi senilai Rp7,13 triliun.