Multipolar Milik Lippo Buyback Saham MLPL Rp425 Miliar
Emiten investasi multi sektor milik Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) berencana melalukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp425 miliar. Nilai ini setara dengan 10% dari modal disetor dan ditempatkan atau maksimum 1.463.963.247 lembar saham.

Drean Muhyil Ihsan
Author


Manajemen emiten Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) saat RUPS / Dok. Perseroan
(Istimewa)JAKARTA – Emiten investasi multi sektor milik Grup Lippo, PT Multipolar Tbk (MLPL) berencana melalukan pembelian kembali (buyback) saham dengan nilai maksimal Rp425 miliar. Nilai ini setara dengan 10% dari modal disetor dan ditempatkan atau maksimum 1.463.963.247 lembar saham.
Aksi korporasi ini akan dilaksanakan setelah perseroan memperoleh persetujuan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan dilaksanakan pada Senin, 19 Juli 2021. Pelaksanaan buyback saham akan dilaksanakan paling lama 18 bulan terhitung sejak persetujuan dari RUPSLB.
Pihaknya memandang bahwa harga saham MLPL saat ini belum mencerminkan nilai atau kinerja yang sesungguhnya, terutama dengan mempertimbangkan potensi nilai perseroan di masa yang akan datang. Maka dari itu, perseroan memilih untuk melakukan buyback saham.
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
- Pemberdayaan Perempuan di Perusahaan Jepang Masih Alami Krisis Pada Tahun 2021
Selanjutnya, Multipolar berencana menyimpan saham yang telah dibeli kembali untuk dikuasai sebagai saham treasuri untuk jangka waktu tidak lebih dari tiga tahun. Namun, hal ini memungkinkan perseroan melakukan pengalihan atas saham yang telah dibeli kembali dalam waktu tertentu.
“Perseroan memperkirakan tidak terdapat dampak signifikan terhadap biaya pembelian kembali saham dan tidak terdapat penurunan pendapatan perseroan secara signifikan sebagai akibat dari pelaksanaan pembelian kembali saham,” tulis manajemen Multipolar, Kamis, 10 Juni 2021.
Perseroan mencatat rugi per saham perseroan per tanggal 31 Desember 2020 adalah sebesar Rp54 per lembar. Sedangkan, proforma rugi bersih per saham apabila pembelian kembali saham dilaksanakan adalah sebesar Rp60 per lembar (dengan asumsi jumlah pembelian buyback saham dilakukan dalam jumlah maksimum). (SKO)
