Industri

MRT Jakarta Gratiskan Biaya Sewa Gerai UMKM

  • Manajemen Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Ratangga membebaskan biaya sewa gerai untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di stasiun.

<p>Salah satu gerai UMKM di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab. / Dok. PT MRT Jakarta</p>

Salah satu gerai UMKM di Stasiun MRT Lebak Bulus Grab. / Dok. PT MRT Jakarta

(Istimewa)

Manajemen Moda Raya Terpadu (Mass Rapid Transit/MRT) Ratangga membebaskan biaya sewa gerai untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ada di stasiun.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengatakan hal ini merupakan bentuk dukungan peseroan terhadap pelaku usaha UMKM yang terkena imbas pandemi COVID-19.

“Apalagi, kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat jumlah pengguna jasa MRT Jakarta menurun sehingga ikut mengurangi potensi konsumen di gerai-gerai tersebut,” kata William dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, 4 Mei 2020.

William menjelaskan pembebasan biaya sewa tersebut dilakukan selama tiga bulan, terhitung sejak Maret hingga Mei 2020. Sementara, sebelumnya para tenant diwajibkan membayar biaya sewa sebesar Rp1,3 juta per bulan.

Tenant atau penyewa gerai ada dua jenis yaitu middle class dan kategori UMKM. UMKM ini kami beri relaksasi kebijakan karena kami paham betul, yang punya dampak terhadap ekonomi yaitu tenant kecil,” jelasnya.

Sedangkan, tambahnya, untuk retail reguler atau kategori middle class sampai saat ini masih belum ada ada kebijakan khusus.

“Mereka juga mitra strategis kami dan semua saat ini mengalami kondisi sulit. Kami akan pantau terus. Namun, pada prinsipnya, pada waktunya nanti kami juga akan pertimbangkan kemungkinan relaksasi biaya sewa gerai,” ujar William.

William menyebutkan saat ini terdapat 13 gerai UMKM yang tersebar di tiga stasiun MRT Jakarta antara lain Lebak Bulus Grab, Fatmawati, dan Dukuh Atas BNI. Adapun, tenant UMKM tersebut terbagi dalam tiga kategori yaitu enam gerai makanan dan minuman, lima gerai mode/fesyen, serta dua gerai kriya.

“Selain memfasilitasi UMKM untuk jualan, kami juga memberikan pendampingan dan pelatihan dalam program inkubator bisnis yang diharapkan dapat membantu mengembangkan bisnisnya,” ujar William. (SKO)