Mesin Uang Penuh, Emiten Perkapalan PJHB IPO untuk Tambah Armada
- Dana IPO PJHB seluruhnya dialokasikan untuk belanja modal membangun tiga kapal baru jenis LCT guna tingkatkan kapasitas angkutan laut.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB), perusahaan di sektor transportasi dan logistik, bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). Penawaran Umum Perdana (IPO) ini dijadwalkan akan berlangsung dengan pencatatan saham pada 5 November 2025.
Perusahaan yang bergerak di bidang angkutan laut alat berat dan kontainer ini merencanakan alokasi seluruh dana yang dihimpun murni untuk belanja modal. Langkah ini diambil untuk menambah armada baru, seiring kapasitas kapal yang dimiliki saat ini telah terpakai secara maksimum.
Perseroan membidik dana segar hingga Rp158,4 miliar dari aksi korporasi ini. Berikut adalah rincian dari rencana IPO PT Pelayaran Jaya Hidup Baru Tbk (PJHB).
1. Detail Penawaran Saham
Dalam aksi korporasi ini, PJHB akan melepas sebanyak-banyaknya 480 juta lembar saham baru ke publik. Jumlah ini setara dengan 25% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Harga penawaran saham dibuka di kisaran Rp310 hingga Rp330 per saham. Dengan rentang harga tersebut, perusahaan berpotensi menghimpun dana segar dari IPO sebesar Rp158,4 miliar. Proses penawaran ini akan dibantu oleh PT Pilarmas Investindo Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.
2. Penerbitan Waran Seri I
Untuk melengkapi penawaran ini, PJHB juga menerbitkan Waran Seri I secara cuma-cuma bagi pemegang saham baru. Rasionya adalah setiap pemegang dua saham baru berhak mendapatkan satu waran (rasio 2:1).
Setiap satu waran nantinya memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp330. Jika semua waran ini dieksekusi oleh investor, perusahaan berpotensi mendapatkan dana segar tambahan senilai total Rp79,2 miliar pada tahun 2026.
3. Alokasi Dana untuk Penambahan Armada
Prospektus perusahaan secara tegas menyatakan bahwa 100% dana hasil IPO (setelah dikurangi biaya emisi) akan digunakan untuk belanja modal (Capex). Alokasi dana ini spesifik untuk pembangunan tiga unit armada kapal barujenis Landing Craft Tank (LCT).
Manajemen menjelaskan bahwa urgensi pembelian kapal baru ini sangat tinggi. Alasan utamanya, seluruh armada kapal yang dimiliki perusahaan saat ini tingkat utilisasinya sudah maksimum, sehingga PJHB membutuhkan armada tambahan untuk bisa memenuhi permintaan pengangkutan dari para kliennya.
4. Struktur Kepemilikan Pasca-IPO
Setelah IPO, struktur kepemilikan saham perusahaan akan berubah. Hero Gozali akan menjadi pemegang saham terbesar dengan porsi 37,5%, diikuti oleh Adelia Aryni Setyawan (Mey Man) sebesar 12,75%.
Pemegang saham lainnya adalah Go Sioe Bie, Nixen Samuel Gozali, dan Nisien Imanuella Gozali yang masing-masing akan memegang 7,5% saham. Sementara itu, porsi kepemilikan saham masyarakat akan mencapai 25%.
5. Kebijakan Dividen Perusahaan
Bagi para investor, perusahaan juga telah menetapkan kebijakan pembagian dividen ke depan. Manajemen berencana untuk membagikan dividen kas kepada pemegang saham sebanyak-banyaknya 30% dari laba bersih tahun berjalan.
Pembagian dividen ini direncanakan akan dimulai dari tahun buku 2025, dengan keputusan akhir yang akan diambil melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan.

Alvin Bagaskara
Editor
