Tren Pasar

Menyibak IPO RANS: Risiko Bisnis Dan Struktur Kepemilikan

  • Prospektus IPO RANS Entertainment mengungkap pendapatan yang menurun, risiko ketergantungan pada Raffi Ahmad, serta rencana ekspansi ke Cipungland dan AI.
RANS.jpg

JAKARTA, TRENASIA.ID – PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk resmi mengumumkan rencana penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Perusahaan yang didirikan oleh pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina tersebut menargetkan penghimpunan dana hingga Rp429,25 miliar melalui aksi korporasi ini.

Berdasarkan prospektus ringkas, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 2.525.000.000 saham biasa atas nama, setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Harga penawaran ditetapkan pada kisaran Rp135 hingga Rp170 per saham.

Masa penawaran awal (bookbuilding) berlangsung pada 23–25 Juni 2026, sedangkan pencatatan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2026 melalui mekanisme Penawaran Umum Elektronik (e-IPO).

Baca juga : IHSG Hari Ini 2 Juli 2026 Dibuka Menguat 0,50 Persen

Struktur Kepemilikan Tetap Didominasi Raffi Ahmad

Meski melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur kepemilikan PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk masih akan didominasi oleh pendirinya, Raffi Farid Ahmad. 

Berdasarkan prospektus, sebelum IPO Raffi menguasai 78,68% saham perseroan. Setelah IPO, kepemilikannya terdilusi menjadi sekitar 62,93%, namun ia tetap menjadi pemegang saham pengendali.

Selain Raffi Ahmad, pemegang saham utama perseroan meliputi:

  • PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG)
  • Nagita Slavina Mariana Tengker
  • Kaesang Pangarep

Dalam prospektus, Raffi juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengalihkan status pengendali perseroan selama tiga tahun setelah saham RANS resmi tercatat di BEI.

"Berdasarkan Surat Pernyataan yang dibuat oleh Raffi Farid Ahmad pada tanggal 10 Juni 2026, Raffi Farid Ahmad selaku Pengendali Perseroan menyatakan bahwa dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun setelah Pencatatan Perdana, Raffi Farid Ahmad tidak akan mengalihkan pengendaliannya atas Perseroan..."  kutip TrenAsia dari Prospektus Rans, Kamis, 7 Februari 2026.

Baca juga : 16 Saham Bagi Dividen Juli 2026! Cek Jadwal dan Kinerjanya

Siapa PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG)?

Salah satu pemegang saham yang menarik perhatian adalah PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG). Perusahaan ini bukan dimiliki oleh Raffi Ahmad, melainkan merupakan bagian dari Grup Emtek dan telah menjadi investor strategis RANS Entertainment sejak 2021.

Struktur kepemilikan IEG adalah sebagai berikut:

  • PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebagai induk usaha.
  • PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) sebagai anak usaha EMTK.
  • PT Indonesia Entertainmen Grup (IEG) merupakan anak usaha SCMA yang bergerak di bidang produksi konten, distribusi konten, studio, dan bisnis hiburan, SCMA menguasai sekitar 72,84% saham IEG.

IEG dipimpin oleh Sutanto Hartono, yang juga menjabat sebagai Direktur Utama SCMA, SCTV, dan Vidio. Hubungan Emtek dengan RANS dimulai pada 2021, ketika IEG menginvestasikan sekitar Rp248 miliar untuk mengakuisisi sekitar 17% saham RANS Entertainment sebagai bagian dari kerja sama strategis kedua perusahaan.

Menjelang IPO RANS pada 2026, kepemilikan IEG terdilusi menjadi sekitar 9,04%, namun tetap menjadikannya sebagai pemegang saham institusi terbesar kedua setelah Raffi Ahmad.

Risiko Terbesar : Ketergantungan pada Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian dalam prospektus adalah pengungkapan risiko bisnis.

Perseroan secara eksplisit menyebut bahwa ketergantungan terhadap Raffi Ahmad, Nagita Slavina, dan keluarga merupakan risiko utama yang dapat memengaruhi keberlangsungan bisnis.

Menurut perseroan, apabila keterlibatan kedua figur tersebut menurun atau muncul persoalan yang berdampak pada reputasi mereka, kondisi tersebut berpotensi memberikan dampak negatif terhadap operasional maupun kinerja keuangan perusahaan.

"Risiko utama yang dihadapi perseroan adalah risiko ketergantungan terhadap talent utama, yaitu Raffi Ahmad dan Nagita Slavina beserta keluarga. Ketergantungan tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap kinerja usaha dan keuangan perseroan apabila terjadi penurunan keterlibatan atau isu reputasi." tulis Prospektus RANS.

Selain itu, RANS Entertainmen juga mengungkap sejumlah risiko material lainnya, antara lain:

  • Persaingan industri konten digital yang semakin ketat.
  • Perubahan tren kontrak brand ambassador dari jangka panjang menjadi jangka pendek.
  • Ketergantungan pada platform digital pihak ketiga seperti YouTube dan TikTok yang berada di luar kendali perusahaan.
  • Risiko penurunan rating, jumlah penonton, serta engagement konten.
  • Perubahan perilaku konsumen dalam mengakses hiburan digital.

Prospektus juga mengingatkan calon investor mengenai potensi likuiditas saham setelah IPO.

Meskipun saham RANS Entertainmen akan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, perseroan menegaskan tidak terdapat jaminan saham akan aktif diperdagangkan di pasar sekunder.

Hal tersebut disebabkan oleh kemungkinan sebagian besar saham tetap dimiliki oleh pemegang saham utama sehingga jumlah saham yang beredar (free float) di pasar relatif terbatas.

Baca juga : Pembukaan LQ45 Hari Ini: HRTA dan BMRI Naik, CUAN Turun

Pendapatan dan Laba Mengalami Penurunan

Dari sisi fundamental, RANS Entertainmen mencatat tren penurunan pendapatan dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan perseroan tercatat sebesar:

  • 2023: Rp437,8 miliar
  • 2024: Rp410,5 miliar
  • 2025: Rp353,4 miliar

Penurunan pendapatan pada 2025 terutama dipengaruhi oleh:

  • Turunnya pendapatan segmen brand ambassador dan talent management lebih dari 51%.
  • Pelepasan entitas anak PT RPKSB yang sebelumnya berkontribusi pada bisnis olahraga.
  • Penurunan pendapatan tersebut turut berdampak pada laba bersih.
  • Laba tahun berjalan turun sekitar 41,6%, dari Rp97,07 miliar pada 2024 menjadi Rp56,69 miliar pada 2025.

Dana IPO Akan Digunakan untuk Ekspansi Bisnis

Perseroan telah menyiapkan alokasi penggunaan dana hasil IPO untuk mendukung ekspansi sejumlah lini usaha.

Rinciannya meliputi:

  • 6,98% untuk pelunasan pinjaman kepada PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI).
  • 18,64% untuk belanja modal pengembangan wahana edukasi Cipungland.
  • 37,61% untuk kebutuhan modal kerja penyelenggaraan konser dan berbagai kegiatan operasional.
  • 8,15% untuk pembentukan perusahaan patungan berbasis Artificial Intelligence (AI) bersama PT FeedLoop Global Teknologi.
  • 19,80% untuk akuisisi saham PT Rans Kosmetika Indonesia (Slavina).
  • Sisanya akan digunakan sebagai modal kerja dan kebutuhan operasional perseroan.

Dalam aksi korporasi ini, PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek (Underwriter).

Melalui IPO ini, RANS Entertainmen berharap memperoleh tambahan modal untuk memperkuat ekspansi bisnis di sektor media, hiburan, intellectual property (IP), event, taman hiburan, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. 

Namun di sisi lain, investor juga perlu mencermati berbagai risiko yang telah diungkapkan dalam prospektus, termasuk tingginya ketergantungan perseroan terhadap figur Raffi Ahmad dan Nagita Slavina sebagai wajah utama bisnis RANS.