Menteri Prabowo Main Saham, Koleksi Siapa Paling Menggurita?
- Data KSEI resmi ungkap aset saham 2 menteri Kabinet Merah Putih. Maruarar Sirait dan Wahyu Trenggono tercatat miliki koleksi emiten bersama konglomerat Thohir.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Terbukanya data kepemilikan saham emiten dengan porsi di atas 1% mengungkap deretan portofolio yang digenggam oleh jajaran menteri presiden. Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia atau KSEI pada 27 Februari 2026, sejumlah menteri tercatat memiliki porsi saham kepemilikan.
Setidaknya terdapat 2 nama menteri aktif Kabinet Merah Putih yang namanya tercantum secara resmi sebagai pemegang saham di Bursa Efek Indonesia. Kehadiran nama pejabat tinggi negara tersebut di dalam daftar kepemilikan saham langsung menarik perhatian publik pasar modal.
Tokoh pejabat tinggi negara tersebut ialah Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono. Rekam jejak investasi 2 tokoh politik tersebut memperlihatkan penempatan dana pribadi yang sangat beragam di pasar modal.
Portofolio Menggurita Milik Maruarar
Berdasarkan rincian data otoritas, Maruarar Sirait yang akrab disapa Ara mengoleksi 3 instrumen saham berbeda dengan status kepemilikan secara langsung. Pada urutan 1, ia tercatat memegang kepemilikan saham emiten pengelola klub sepak bola yakni PT Bali Bintang Sejahtera Tbk.
Portofolio saham bersandi BOLA tersebut digenggamnya dengan porsi sebanyak 114.864.500 lembar saham atau setara dengan komposisi 1,91% dari total keseluruhan. Selanjutnya pada posisi 2, menteri ini juga diketahui aktif memegang kepemilikan saham PT Wahana Interfood Nusantara Tbk.
Emiten bersandi COCO tersebut dikoleksinya sebanyak 117.910.500 lembar saham atau 3,31%. Perusahaan produsen kakao dan cokelat ini telah melantai di bursa sejak tahun 2019 lalu dengan deretan merek komersial unggulan seperti SCHOKO, D’LANIER, serta produk andalan bernama WINFIL.
Genggaman Saham Sekuritas dan Tambang
Pada urutan 3, Ara tercatat mengantongi 78.444.800 lembar saham dari emiten PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbkatau perusahaan sekuritas bersandi TRIM. Jumlah porsi investasi tersebut rupanya bernilai setara dengan tingkat kepemilikan modal mencapai 1,1% di sekuritas tersebut.
Sementara itu, profil portofolio milik Menteri Sakti Wahyu Trenggono tercatat hanya memiliki 1 saham perusahaan dengan tingkat kepemilikan di atas 1%. Profil investasi miliknya terlihat lebih terpusat dan berfokus pada instrumen sektor bisnis komoditas industri tambang logam.
Dokumen otoritas pasar tersebut mencatat Trenggono sebagai pemilik resmi saham emiten PT Merdeka Copper Gold Tbk dengan sandi MDKA. Ia menggenggam jumlah kepemilikan signifikan sebanyak 251.617.003 lembar saham atau mencapai komposisi dominan pasar sebesar 1,03% secara keseluruhan.
Manuver Kolektif Bersama Boy Thohir
Menariknya, terdapat kesamaan manuver investasi dari 2 menteri kabinet pemerintahan ini di bursa saham publik. Mereka memiliki keterkaitan yang jelas sebagai pemegang saham emiten yang sama dengan konglomerat nasional Garibaldi Thohir atau yang kerap disapa Boy Thohir.
Ara tercatat bersanding secara langsung dengan Boy Thohir di bursa sebagai sesama pemegang saham emiten TRIM. Sementara itu, Trenggono juga secara resmi berada di dalam daftar dokumen pemegang saham MDKA berdampingan langsung bersama konglomerat investasi Boy Thohir.
Data rekapitulasi resmi KSEI menunjukkan nama Garibaldi Thohir tercatat sebagai pemegang saham langsung secara signifikan di AADI 5,83%, ESSA 14,55%, MBMA 2,26%, dan MDKA 7,46%. Selain itu, sang konglomerat juga memiliki aset di PALM 19,9%, dan TRIM 34,68%.
Sentilan Santai Sang Presiden
Fenomena pergerakan investasi para pembantunya ini rupanya tidak luput dari pantauan istana negara. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya sempat menyinggung ikhwal kepemilikan aset saham emiten di pasar modal oleh barisan jajaran menteri kabinetnya secara aktif terbuka kepada publik.
Hal tersebut dilontarkan Prabowo dalam pengantar acara resmi rutin kenegaraan. Presiden menyampaikan bahwa harga saham boleh naik turun secara bebas di bursa asalkan kebutuhan pasokan pangan serta kondisi negara dipastikan terus selalu berada dalam situasi yang aman.
Prabowo tampak santai melontarkan berbagai pernyataan tentang para menterinya yang melakukan investasi saham. "Saya lihat yang stres harga saham turun hanya beberapa orang di antara kalian. Maruarar… siapa lagi itu… Trenggono. Oh, duduk sebelahan itu," ujar Prabowo pada Sidang Kabinet Paripurna pada tahun lalu.
Nama Lain di Lingkaran Istana
Prabowo juga sempat menyebut beberapa figur nama tokoh penting lain di pemerintahan yang memicu tawa peserta. Sosok tersebut meliputi figur seperti Budiman Sujatmiko, Amran Sulaiman, hingga profil nama pengusaha ternama Rosan Roeslani di dalam deretan jajaran kabinet.
Namun pada acara kenegaraan yang berlangsung dengan nuansa ceria tersebut, nama Budiman dan Amran disebut oleh Prabowo tidak bermain saham di bursa publik. Fakta kepemilikan aset ini memberikan warna tersendiri bagi dinamika internal istana negara hari ini.
Senda gurau berlanjut saat presiden menyoroti nama menteri lainnya dengan melontarkan kalimat candaan fisik yang disambut oleh tawa para hadirin ruangan. "Siapa lagi ini? Rosan? Rosan sudah botak jadi enggak apa-apa dia," ujar Prabowo

Alvin Bagaskara
Editor
