Menilik Moncernya Bisnis Logistik CDIA
- CDIA mempercepat ekspansi bisnis logistik. Pendapatan segmen logistik tumbuh 80,2% menjadi USD27 juta pada semester I 2026.

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Perusahaan investasi infrastruktur, PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mempercepat ekspansi bisnis logistik. Anak usaha Chandra Asri Group itu memperkuat armada maritim sekaligus memperluas portofolio ke sektor logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan.
Langkah ekspansi tersebut menjadi bagian dari strategi PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dalam mengembangkan platform infrastruktur terintegrasi dan meningkatkan kontribusi pendapatan berulang berbasis kontrak.
General Manager of Corporate Communications CDI, Chrysanthi Tarigan, menyampaikan bahwa pengembangan bisnis logistik menjadi salah satu bagian penting dari strategi pertumbuhan perseroan.
“Kami juga memperluas bisnis di luar angkutan konvensional bahan kimia dan gas melalui investasi strategis. Perseroan menginvestasikan USD 90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada, sehingga memperluas kehadiran CDI di bidang logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan,” dalam pernyataan resmi, Rabu 29 Juli 2026.
Selain itu, CDI menginvestasikan USD 15,5 juta untuk memperoleh 49% kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd., yang memberikan akses ke basis pelanggan yang lebih luas, arus kargo yang lebih terdiversifikasi, serta potensi pendapatan dividen di masa mendatang, sekaligus memperkuat peluang pertumbuhan jangka panjang.
Ekspansi tersebut tercermin dari kinerja segmen logistik yang mencatat pertumbuhan pendapatan signifikan pada semester I 2026. Pendapatan segmen ini meningkat 80,2% secara tahunan menjadi USD27 juta, didorong oleh ekspansi bisnis logistik maritim dan darat.
Secara keseluruhan, CDI membukukan pendapatan bersih USD82,1 juta pada semester I 2026, tumbuh 22,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD66,9 juta.
CDIA Tambah Armada Kapal Logistik Kimia
Dalam memperkuat bisnis logistik maritim, CDIA menghadirkan kapal logistik kimia cair berkapasitas 9.000 DWT.
Kapal tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan meningkatkan kapabilitas logistik maritim dan memperkuat keandalan layanan distribusi bahan kimia untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok industri di pasar domestik maupun internasional.
CDIA melalui anak usahanya, PT Chandra Shipping International (CSI), juga memperluas jangkauan layanan logistik maritim melalui kapal Boreas.
Kapal berkapasitas 9.000 DWT tersebut dibangun melalui kolaborasi dengan galangan kapal Jepang, Fukuoka Shipbuilding Co., Ltd. Boreas dipersiapkan untuk melayani rute perdagangan domestik hingga internasional, dengan jangkauan operasional dari Asia hingga Eropa.
Selain memperkuat distribusi dalam ekosistem Chandra Asri Group, armada tersebut juga disiapkan untuk melayani kebutuhan mitra industri lainnya.
Sementara itu, kapal Novah, kapal logistik kimia cair berkapasitas 9.000 DWT yang dibangun bersama Usuki Shipyard, telah menjalani pelayaran perdana dan sandar perdana.
Kehadiran armada baru tersebut diharapkan memperkuat konektivitas logistik maritim sekaligus mendukung distribusi produk kimia dan rantai pasok industri di kawasan.
Investasi USD90 Juta untuk Logistik Pertambangan
Tak hanya mengembangkan logistik maritim, CDIA juga memperluas bisnisnya ke sektor logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan. Perseroan menginvestasikan USD90 juta untuk mengakuisisi 40% kepemilikan di PT Armada Maritim Persada.
Investasi tersebut memperluas kehadiran CDIA di bidang logistik pertambangan dan jasa pengelolaan pelabuhan, sekaligus memperkuat diversifikasi bisnis logistik perseroan.
CDIA juga menginvestasikan USD15,5 juta untuk memperoleh 49% kepemilikan di Petrosea Services Solutions Pte. Ltd.
Investasi ini memberikan akses ke basis pelanggan yang lebih luas dan arus kargo yang lebih terdiversifikasi, serta membuka potensi pendapatan dividen pada masa mendatang.
Perkuat Ekosistem Logistik Terintegrasi
Pengembangan bisnis logistik CDIA juga diperkuat melalui kolaborasi strategis di sektor kepelabuhanan dan penyimpanan.
Melalui PT SCG Barito Logistics (SBL), CDIA menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) untuk menjajaki kerja sama layanan penyimpanan ISO tank, dry-container storage, serta layanan bongkar muat lift-on/lift-off (LOLO) di Krakatau International Port.
Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat kapabilitas logistik terintegrasi CDIA sekaligus meningkatkan konektivitas rantai pasok industri nasional.
Dengan memanfaatkan infrastruktur dan layanan yang saling melengkapi, kerja sama tersebut diharapkan dapat memperluas kemampuan SBL dalam menyediakan layanan logistik end-to-end yang lebih efisien dan kompetitif bagi pelanggan di berbagai sektor industri.
Pendapatan Logistik CDIA Tumbuh 80,2 Persen
Ekspansi bisnis tersebut berjalan seiring dengan pertumbuhan kinerja segmen logistik CDIA.
Sepanjang semester I 2026, pendapatan segmen logistik mencapai USD27 juta, meningkat 80,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD15 juta.
Kinerja tersebut menjadi salah satu penopang pertumbuhan pendapatan perseroan yang mencapai USD82,1 juta.
Di tengah ekspansi, CDIA mempertahankan posisi likuiditas yang kuat. Kas dan setara kas serta surat berharga perseroan tercatat sebesar USD658,7 juta per 30 Juni 2026.
Perseroan juga mencatat belanja modal sebesar USD94,2 juta selama semester pertama 2026, dengan rasio utang terhadap kapitalisasi berada pada level 41%.
Ke depan, CDIA akan melanjutkan penyelesaian proyek-proyek yang tengah dikembangkan, mengoperasikan aset-aset baru, meningkatkan kontribusi pendapatan dari pihak ketiga, serta melakukan penempatan modal secara selektif.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya CDIA memperkuat platform infrastruktur terintegrasi, termasuk melalui pengembangan bisnis logistik maritim, darat, pertambangan, kepelabuhanan, dan penyimpanan.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 29 Jul 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
