Mengungkap Peran Air dalam Sistem Biologis Planet
- Air menjadi syarat utama kehidupan di Bumi dan planet lain. Dari sel hingga ekosistem, air menopang reaksi biologis dan menjaga stabilitas iklim global.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Air bukan sekadar cairan biasa, di seluruh planet Bumi, air adalah elemen pokok yang membuat kehidupan bisa ada, berkembang, dan bertahan. Ilmu pengetahuan modern bahkan menempatkan keberadaan air cair sebagai salah satu syarat utama bagi kehidupan seperti yang dikenal manusia.
Badan antariksa seperti NASA dalam berbagai publikasi astrobiologinya menegaskan bahwa pencarian kehidupan di luar Bumi selalu dimulai dengan satu pertanyaan mendasar, apakah terdapat air dalam bentuk cair.
Air memiliki sifat kimia unik yang menjadikannya pelarut universal. Molekul air bersifat polar, sehingga mampu melarutkan berbagai zat penting seperti mineral, vitamin, dan ion yang dibutuhkan makhluk hidup.
Di dalam sel, hampir seluruh reaksi metabolisme berlangsung dalam medium air. Tanpa air, proses pembentukan energi, sintesis protein, hingga pengangkutan nutrisi tidak dapat berjalan. Inilah sebabnya air menjadi fondasi bagi seluruh sistem biologis di Bumi.
Dari Sel Hingga Ekosistem
Dikutip dari laman Nasa, dalam ulasan berjudul "Why is water so important for life as we know it?', peran air dianggap melampaui tingkat sel dan menjangkau keseluruhan ekosistem. Sungai, danau, rawa, dan lautan menjadi habitat bagi jutaan spesies organisme.
Air juga berperan penting dalam fotosintesis, proses yang memungkinkan tumbuhan menghasilkan oksigen dan energi. Tanpa air, fotosintesis tidak akan terjadi, dan tanpa fotosintesis, rantai makanan global akan runtuh. Dengan kata lain, air menopang kehidupan dari mikroorganisme terkecil hingga spesies terbesar di planet ini.
Air berfungsi sebagai penyeimbang suhu alami planet. Lautan memiliki kapasitas panas yang tinggi, sehingga mampu menyerap dan melepaskan panas secara perlahan.
Proses ini membantu menjaga stabilitas iklim dan mencegah perubahan suhu ekstrem antara siang dan malam atau antar musim. Tanpa cadangan air dalam jumlah besar, sebuah planet akan mengalami fluktuasi suhu drastis yang sulit mendukung kehidupan kompleks.
Baca juga : Jins dan Polyester Jadi Fesyen Boros Air, Ini Ulasannya
Pentingnya Air bagi Manusia
Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri dari air, menjadikannya komponen utama dalam hampir seluruh sistem biologis. Pada bayi, persentasenya bahkan bisa lebih tinggi, sementara pada lansia cenderung menurun seiring perubahan komposisi tubuh.
Air tersebar di dalam sel, di antara sel, hingga dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Tanpa keseimbangan cairan yang memadai, tubuh tidak dapat menjalankan fungsi dasarnya secara optimal.
Air berperan penting dalam menjaga suhu tubuh melalui proses berkeringat dan penguapan panas dari permukaan kulit. Selain itu, air membantu melindungi organ vital dengan menjadi bantalan alami bagi otak dan sumsum tulang belakang, serta melumasi sendi agar tetap fleksibel.
Dalam sistem peredaran darah, air menjadi medium utama untuk mengangkut oksigen, glukosa, vitamin, dan mineral ke seluruh tubuh, sekaligus membantu proses pencernaan dan penyerapan nutrisi.
Ketika tubuh kekurangan cairan, risiko dehidrasi meningkat dan dapat memicu berbagai gangguan kesehatan. Gejalanya mulai dari rasa lelah, pusing, dan sulit berkonsentrasi, hingga gangguan fungsi ginjal akibat berkurangnya kemampuan tubuh membuang zat sisa metabolisme melalui urine.
Dalam kondisi berat, dehidrasi dapat memengaruhi sistem saraf dan menurunkan kinerja kognitif. Karena itu, mencukupi kebutuhan air setiap hari bukan sekadar kebiasaan sehat, melainkan fondasi utama untuk menjaga fungsi tubuh tetap stabil dan optimal.
Baca juga : Jins dan Polyester Jadi Fesyen Boros Air, Ini Ulasannya
Syarat Kehidupan di Planet Lain
Dalam eksplorasi antariksa, keberadaan air cair menjadi indikator utama dalam menilai potensi sebuah planet atau bulan untuk mendukung kehidupan. NASA dan European Space Agency menjadikan “follow the water” sebagai pendekatan ilmiah utama dalam misi pencarian kehidupan di luar Bumi.
Air cair dianggap krusial karena hampir seluruh proses biologis yang diketahui manusia, mulai dari metabolisme hingga replikasi sel membutuhkan medium cair agar reaksi kimia dapat berlangsung secara stabil dan efisien.
Planet Mars menjadi salah satu fokus utama penelitian karena berbagai bukti geologis menunjukkan bahwa miliaran tahun lalu permukaannya pernah dialiri air dalam bentuk sungai dan danau.
Penemuan jejak mineral yang hanya terbentuk di lingkungan basah memperkuat dugaan tersebut. Meski kini permukaan Mars tampak kering dan dingin, para ilmuwan masih meneliti kemungkinan adanya cadangan air beku di kutub serta air asin di bawah permukaan tanah yang mungkin tetap dalam bentuk cair pada kondisi tertentu.
Selain Mars, perhatian juga tertuju pada Europa, salah satu bulan milik Jupiter, yang diyakini memiliki lautan air asin di bawah lapisan es tebalnya. Data dari wahana antariksa menunjukkan adanya indikasi semburan uap air serta medan magnet yang mengisyaratkan keberadaan samudra global tersembunyi.
Jika benar terdapat air cair yang bersentuhan dengan sumber panas dari aktivitas geologis di dasar samudra tersebut, maka kondisi itu bisa menciptakan lingkungan yang mirip dengan ventilasi hidrotermal di Bumi, tempat kehidupan mikroba dapat berkembang tanpa bergantung pada cahaya matahari.
Para ilmuwan meyakini selama ada air cair, energi, dan unsur kimia dasar seperti karbon, hidrogen, nitrogen, oksigen, fosfor, dan sulfur, maka peluang munculnya reaksi kimia kompleks tetap terbuka.
Reaksi-reaksi inilah yang menjadi fondasi pembentukan molekul organik dan, pada tahap lebih lanjut, kehidupan sederhana. Karena itu, pencarian air bukan sekadar soal menemukan cairan, melainkan mencari jejak kemungkinan bahwa alam semesta mungkin menyimpan bentuk kehidupan lain di luar planet kita.
Secara keseluruhan, air adalah fondasi kehidupan sebuah planet. Ia memungkinkan reaksi kimia vital berlangsung, menyediakan habitat bagi organisme, menjaga keseimbangan iklim, dan menjadi komponen utama tubuh makhluk hidup.
Tanpa air, kehidupan seperti yang dikenal manusia tidak akan pernah muncul. Itulah sebabnya air kerap disebut sebagai “cairan kehidupan” dan menjadi pusat perhatian dalam upaya menjaga keberlanjutan Bumi serta dalam pencarian kehidupan di luar angkasa.

Chrisna Chanis Cara
Editor
