Tren Pasar

Mengenal Tiga Metode Raup Keuntungan Lewat Saham

  • Ingin cuan dari saham? Kenali perbedaan scalping, trading, dan investing agar bisa memilih strategi sesuai modal dan profil risiko.
BEI buka kembali kode broker dan domisili investor. Apa dampaknya untuk kamu yang baru terjun ke dunia saham? Simak manfaat, risiko, dan strategi amannya di sini.
BEI buka kembali kode broker dan domisili investor. Apa dampaknya untuk kamu yang baru terjun ke dunia saham? Simak manfaat, risiko, dan strategi amannya di sini. (Berbagai Sumber)

JAKARTA, TRENASIA.ID - Dalam dunia pasar modal, istilah scalping, trading, dan investing kerap digunakan untuk menggambarkan strategi berbeda dalam meraih keuntungan dari saham. Meski memiliki tujuan yang sama, yakni mencari profit, ketiganya mempunyai karakteristik, tingkat risiko, serta kebutuhan modal yang tidak sama.

Pemahaman terhadap perbedaan tersebut menjadi sangat penting, khususnya bagi investor pemula dengan modal terbatas, agar dapat memilih strategi yang paling sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.

Untuk membantu pembaca memahami perbedaan tersebut, TrenAsia merangkum karakteristik scalping, trading, dan investing sebagai berikut,

Scalping

Scalping merupakan strategi transaksi saham dengan jangka waktu sangat pendek, bisa hanya beberapa menit hingga hitungan jam dalam satu hari. Pelaku scalping memanfaatkan pergerakan harga kecil namun cepat, dengan target keuntungan tipis tetapi dilakukan berulang kali.

Strategi ini menuntut kecepatan eksekusi, fokus tinggi, serta biaya transaksi rendah, karena frekuensi jual beli sangat intens. Risiko scalping tergolong tinggi karena fluktuasi harga intraday sangat dipengaruhi sentimen sesaat dan aksi bandar. Bagi pemodal kecil, scalping juga rawan tergerus biaya broker dan kesalahan timing.

Baca juga : Saat Rupiah Terpuruk, BI Pertahankan Suku Bunga

Trading

Berbeda dari scalping, trading saham memiliki horizon waktu lebih panjang, mulai dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Trader biasanya mengandalkan analisis teknikal, seperti tren harga, support–resistance, serta indikator volume.

Trading memberi ruang lebih longgar dalam pengambilan keputusan dibanding scalping. Risiko tetap ada, terutama saat pasar volatil, namun tekanan psikologis relatif lebih rendah. Dengan manajemen risiko yang disiplin, trading masih memungkinkan dilakukan dengan modal terbatas, asalkan selektif memilih saham yang likuid.

Investing

Sementara itu, investing menitikberatkan pada kinerja fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang. Investor membeli saham untuk disimpan dalam waktu lama, mulai dari bulanan hingga tahunan, dengan tujuan memperoleh capital gain dan dividen.

Strategi ini relatif lebih stabil dan tidak menuntut pemantauan harga setiap saat. Risiko jangka pendek cenderung lebih kecil karena fluktuasi harian tidak menjadi fokus utama. Investing juga lebih efisien dari sisi biaya transaksi, sehingga cocok bagi pemodal kecil yang ingin membangun kekayaan secara bertahap.

Bagi investor dengan modal terbatas, pendekatan investing jangka panjang dinilai paling rasional. Strategi ini memungkinkan pembelian saham secara bertahap (cicil saham), meminimalkan biaya transaksi, serta mengurangi tekanan psikologis akibat volatilitas harian.

Baca juga : Harga Perak Cetak Rekor, Waktunya Beli atau Jual?

Trading masih bisa menjadi opsi alternatif, asalkan dilakukan dengan disiplin ketat, modal dingin, dan pemahaman risiko yang matang. Sebaliknya, scalping kurang direkomendasikan bagi pemodal kecil karena risiko tinggi, biaya transaksi besar, dan potensi kerugian cepat jika salah langkah.

Pada akhirnya, tidak ada strategi yang mutlak paling benar. Scalping cocok bagi trader agresif dan berpengalaman, trading untuk mereka yang aktif namun terukur, sementara investing ideal bagi pemodal kecil dan pemula yang ingin tumbuh secara konsisten.

Dengan memahami perbedaan mendasar ketiga strategi tersebut, investor diharapkan mampu memilih metode yang sesuai dengan modal, waktu, dan toleransi risiko, sehingga perjalanan di pasar saham menjadi lebih terarah dan berkelanjutan.