Melihat Prospek Pasar Kripto Tahun 2026
- Volatilitas dan ketidakpastian makroekonomi masih menjadi tantangan utama yang perlu diwaspadai pelaku pasar.

Muhammad Imam Hatami
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID - Pasar aset kripto diproyeksikan memasuki fase krusial pada tahun 2026, seiring meningkatnya adopsi institusional, kemajuan teknologi blockchain, serta dinamika kebijakan moneter global.
Meski prospek jangka menengah hingga panjang dinilai tetap terbuka, volatilitas dan ketidakpastian makroekonomi masih menjadi tantangan utama yang perlu diwaspadai pelaku pasar.
Dilansir dari laman Reuters, Jumat, 2 Januari 2025, kondisi makroekonomi global, khususnya arah kebijakan moneter Amerika Serikat, diperkirakan masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan pasar kripto sepanjang 2026.
Kebijakan Federal Reserve (The Fed) terkait suku bunga dinilai akan sangat menentukan arus modal ke aset berisiko. Penurunan suku bunga berpotensi mendorong investor kembali masuk ke pasar kripto, sementara kebijakan yang lebih ketat dapat menahan laju penguatan harga aset digital.
Sejumlah analis global menilai perubahan sikap The Fed menjadi katalis utama sentimen pasar kripto di awal hingga pertengahan 2026.
Baca juga : Data BEI: 70 Perusahaan Terancam Didepak, Sektor Ini Rawan
Sentimen Institusional Meningkat
Minat investor institusional diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pasar kripto pada 2026. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa institusi
keuangan global, termasuk dana pensiun dan family office, mulai meningkatkan eksposur ke aset kripto sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Dilansir laman Financial Times, investor institusional memandang kripto tidak lagi semata sebagai aset spekulatif, tetapi sebagai bagian dari strategi jangka panjang, meski tetap dibayangi risiko volatilitas yang tinggi.
Sejumlah platform kripto global juga merilis proyeksi positif terhadap pasar 2026. Laporan outlook terbaru menyebutkan bahwa kemajuan regulasi, peningkatan infrastruktur blockchain, serta inovasi produk keuangan berbasis kripto akan menjadi pilar pertumbuhan industri.
Meski demikian, laporan tersebut juga menekankan bahwa ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi kebijakan moneter global masih berpotensi menekan pasar dalam jangka pendek.
Prospek Harga Bitcoin dan Aset Kripto
Perkiraan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya pada 2026 menunjukkan pandangan yang beragam. Beberapa bank investasi global memprediksi Bitcoin berpotensi mencatatkan kenaikan signifikan seiring peningkatan likuiditas global dan adopsi institusional.
Menurut JPMorgan Bitcoin diproyeksikan mendekati kapitalisasi pasar emas dalam beberapa tahun ke depan. Namun, analis lain memperkirakan pergerakan harga masih cenderung fluktuatif dan bergerak dalam fase konsolidasi, menunggu katalis baru seperti peluncuran ETF altcoin spot secara lebih luas.
Integrasi teknologi blockchain dengan sistem keuangan tradisional diperkirakan semakin menguat pada 2026, terutama melalui tokenisasi aset dunia nyata atau real-world assets (RWA).
Bank-bank besar global mulai menguji penerapan tokenisasi untuk obligasi, saham, dan instrumen keuangan lainnya. Meski potensinya besar, adopsi teknologi ini masih menghadapi tantangan dari sisi regulasi, kesiapan infrastruktur, serta standardisasi lintas negara.
Risiko & Tantangan
Di balik prospek yang konstruktif, pasar kripto 2026 tetap dibayangi sejumlah risiko utama. Ketidakpastian makroekonomi global, potensi gejolak geopolitik, serta volatilitas pasar yang tinggi masih menjadi faktor yang dapat memicu koreksi harga secara tiba-tiba.
Analis memperingatkan bahwa sentimen pasar kripto masih sangat sensitif terhadap data ekonomi AS dan perkembangan politik global.
Secara keseluruhan, pasar kripto pada 2026 diproyeksikan berada dalam fase transisi antara tantangan jangka pendek dan peluang pertumbuhan jangka panjang.
Jika kebijakan moneter global bergerak lebih akomodatif dan regulasi terus berkembang ke arah yang lebih jelas, pasar kripto berpeluang mencatatkan kinerja positif. Namun, investor tetap disarankan untuk menerapkan manajemen risiko yang ketat mengingat karakter volatilitas pasar yang masih tinggi.

Amirudin Zuhri
Editor
