Maskapai Penerbangan ANA Bidik US$3,2 Miliar untuk Beli Boeing 787
TOKYO – ANA Holdings Inc., maskapai penerbangan terbesar di Jepang, berencana menggalang dana hingga 332,13 miliar yen, setara dengan US$ 3,2 miliar, lewat penerbitan saham baru. Dalam pengumuman di situs web perusahaan, penerbitan saham baru akan dilakukan di penawaran umum Jepang, penawaran internasional, dan penjatahan pihak ketiga. Sebanyak 200 miliar yen hasil penerbitan saham baru […]

Gloria Natalia Dolorosa
Author


Maskapai penerbangan ANA. Dok: All Nippon Airways/Instagram.
(Istimewa)TOKYO – ANA Holdings Inc., maskapai penerbangan terbesar di Jepang, berencana menggalang dana hingga 332,13 miliar yen, setara dengan US$ 3,2 miliar, lewat penerbitan saham baru.
Dalam pengumuman di situs web perusahaan, penerbitan saham baru akan dilakukan di penawaran umum Jepang, penawaran internasional, dan penjatahan pihak ketiga.
Sebanyak 200 miliar yen hasil penerbitan saham baru akan digunakan untuk belanja modal hingga 31 Maret 2023 dan mengakuisisi pesawat Boeing 787. Sisanya, sekitar 132,13 miliar yen bakal digunakan untuk membayar utang jangka panjang.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
- Anies Baswedan Tunggu Titah Jokowi untuk Tarik Rem Darurat hingga Lockdown
- IPO Akhir Juni 2021, Era Graharealty Dapat Kode Saham IPAC
Dilansir dari Kyodo News, rencana penggalangan dana terbaru ANA menyusul aksi pinjaman subordinasi dari bank-bank besar Jepang senilai 400 miliar yen.
Posisi fiskal ANA, induk perusahaan All Nippon Airways Co., dipandang relatif stabil dibandingkan dengan pesaing asingnya.
Namun, ANA memproyeksikan akan mencetak rugi bersih sekitar 510 miliar yen pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2021. Sebab, permintaan perjalanan udara kemungkinan akan tetap tertekan karena pandemi.
Rasio kecukupan modalnya turun tajam menjadi 32,3% pada akhir September dari 41,4% enam bulan sebelumnya. Perusahaan melaporkan rugi bersih 188,48 miliar yen pada paruh pertama.
ANA tengah melakukan upaya restrukturisasi dengan rencana pengurangan armadanya, termasuk Boeing 777 yang sering digunakan untuk penerbangan jarak jauh. Perusahaan juga sedang memangkas fixed costs.
Pandemi pun melanda pesaing ANA, yakni Japan Airlines Corp (JAL). JAL juga sedang mengumpulkan dana hingga 182,65 miliar yen melalui penawaran saham untuk bertahan dari pandemi dan menutupi biaya penggantian armadanya.
International Air Transportation Association memprediksi trafik penerbangan global tidak akan kembali ke level sebelum pandemi hingga 2024.
Sebelumnya, pemerintah Jepang meluncurkan program subsidi untuk memacu pariwisata domestik. Namun, naiknya jumlah kasus Covid-19 mengaburkan prospek pemulihan yang kuat penerbangan domestik.
