Mahalnya Harga Komponen Bikin Pengembangan Kendaraan Listrik Terseok-seok
- Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai salah satu kendala yang dihadapi saat ini ialah mahalnya komponen kendaraan listrik

Debrinata Rizky
Author


JAKARTA - Pengembangan ekosistem kendaraan listrik Tanah Air masih terganjal sejumlah hal.
Direktur Eksekutif Energy Watch, Mamit Setiawan menilai salah satu kendala yang dihadapi saat ini ialah mahalnya komponen kendaraan listrik.
"Investasi yang masih mahal untuk pembangunan komponen kendaraan listrik terutama baterai, menjadi salah satu tantangan," kata Mamit dalam webinar dengan tema “Peran dan Dukungan PLN dalam Membangun Ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik” pada 20 Juli 2022.
Mahalnya harga komponen berimbas pada tingginya biaya produksi hingga harga jual mobil listrik. Saat ini, mobil listrik yang tersedia di Indonesia dibanderol dengan harga minimal Rp600 juta-an per unit.
- Peneliti Ini Ungkap Ternyata Nikotin Bukan Pemicu Utama Penyakit Berbahaya
- Inflasi Inti Terkendali, BI Kembali Tahan Suku Bunga BI7DRR di Level 3,5 Persen pada Juli 2022
- Catat! Inilah Penjelasan Status Warna di PeduliLindungi yang Baru
- Tesla Jual 75 Persen Bitcoin Milik Perusahaan, Tren Kenaikan Aset Kripto Big Cap Berakhir
Oleh karena itu, Mamit mengimbau kepada pemerintah dan lembaga terkait untuk segera membuat regulasi sehingga harga dan eskosistem kendaraan listrik dapat berkembang dari sekarang.
Lanjut Mamit, pemerintah perlu menciptakan iklim investasi yang kondusif agar investor kendaraan listrik mau mengembangkan dan memproduksi kendaraannya di dalam negeri. Tak hanya menunggu kucuran investasi dari luar, pemerintah juga perlu memperbanyak infrastruktur stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di seluruh Indonesia.
Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, General Manager PLN UID Jakarta Raya, Doddy B. Pangaribuan mengatakan, populasi kendaraan listrik di Indonesia mulai tumbuh namun masih jauh dari target yang ada.
Berdasarkan data yang dipaparkan PLN, terdapat 16.473 unit motor listrik yang telah menjajal jalanan di Indonesia. Sedangkan kendaraan listrik roda empat berjumlah 2.106 unit.
Lalu untuk kendaraan roda tiga sebanyak 249 unit sementara bus listrik yang sudah beroperasi di Indonesia jumlahnya baru 57 unit. Lalu, kendaraan listrik berbasis baterai (KLBBB) yang sudah beroperasi sebanyak 5.879 unit

Ananda Astri Dianka
Editor
