Magis Trump Buat IHSG Rawan Koreksi, Cek Saham MEDC dan ASII
- Pergerakan IHSG diproyeksikan masuki fase konsolidasi akibat efek pidato Trump. Pemodal bursa disarankan mengakumulasi saham dari MEDC, KLBF, hingga ASII.

Alvin Bagaskara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup menguat menembus level 8.322 pada akhir perdagangan hari Rabu, 25 Februari 2026, kemarin. Penguatan indeks saham yang mencapai 0,5% ini didorong oleh sentimen positif dari pergerakan bursa Wall Street serta mayoritas indeks utama kawasan Asia.
Laju positif bursa saham domestik juga mendapatkan dukungan penuh dari pergerakan nilai tukar rupiah nasional. Mata uang kebanggaan kita tersebut berhasil menguat sebesar 0,21% dan secara meyakinkan bertengger mantap pada posisi Rp16.780/US$ di dalam pasar spot valuta asing.
Namun, memasuki hari ini IHSG diproyeksikan rawan mengalami fase konsolidasi wajar. "IHSG berpotensi terkonsolidasi pada area 8.250-8.350 pada perdagangan Kamis menyusul sinyal teknikal harian," tulis tim riset Phintraco Sekuritas dalam ulasannya pada Kamis, 26 Februari 2026.
1. Analisis Teknikal Pergerakan Indeks
Secara teknikal perdagangan bursa, pergerakan indeks sebenarnya masih terlihat cukup kuat mempertahankan posisi dominannya. Hal ini tercermin jelas dari posisi harga yang mampu bertahan secara kokoh di atas garis pergerakan rata-rata atau Moving Average/MA periode lima serta dua puluh harian.
Meskipun tren mayor masih sangat positif, Phintraco bilang sejumlah indikator momentum teknikal mulai mengirimkan sinyal peringatan bagi para pemodal bursa. Indikator Stochastic Relative Strength Index/RSI saat ini diketahui telah memasuki area jenuh beli pemodal yang biasanya segera memicu aksi ambil untung seketika.
Tekanan pelemahan juga terkonfirmasi dari pergerakan garis indikator Moving Average Convergence Divergence/MACD harian. "MACD mulai menunjukkan penyempitan pada slope positif, dengan tingkat resistance pada 8.400 dan support 8.200," ungkap Phintraco Sekuritas.
2. Pengaruh Kebijakan Pidato Trump
Dari bursa global, sentimen internasional paling kuat datang dari hasil pidato kenegaraan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sang presiden secara besar-besaran memfokuskan arah materi pidato resminya pada berbagai program kebijakan ekonomi dalam negeri demi melindungi kesejahteraan warga negaranya.
Presiden menguraikan target spesifik terkait kebijakan properti. "Trump menyerukan kepada kongres untuk mengesahkan undang-undang yang melarang investor institusi besar membeli rumah keluarga tunggal," tulis Phintraco Sekuritas merangkum isi pidato penting yang menjadi sorotan utama para pelaku bursa pasar.
Selain properti, Trump juga menyerukan pembentukan program jaminan pensiun baru yang mendapatkan dukungan dari pemerintah. Pemimpin tersebut secara lantang menyatakan keberhasilan strategis pemerintahannya dalam mendorong roda perekonomian dan memerangi ancaman inflasi nasional demi menanamkan sebuah sentimen positif.
3. Arah Data Makroekonomi Global
Beralih ke benua Eropa, para pemodal asing kini tengah mencermati rilis data indeks sentimen ekonomi kawasan zona euro. Tingkat optimisme perekonomian periode bulan Februari 2026 tersebut diproyeksikan akan mengalami sedikit kenaikan positif menuju level 99,5 dari posisi sebelumnya 99,4.
Sementara itu dari wilayah Amerika Serikat, sorotan pasar tertuju pada publikasi data ketenagakerjaan. "Investor akan mencermati data klaim pengangguran awal pekan lalu yang diperkirakan naik menjadi 210.000 dari 206.000," papar tim riset Phintraco Sekuritas.
Dinamika indikator makroekonomi dari dua kutub finansial dunia tersebut diyakini akan sangat memengaruhi arah arus modal investasi global. Ketidakpastian fluktuasi asing inilah yang memaksa bursa saham nasional harus puas bergerak terbatas dalam pola konsolidasi mendatar pada sesi perdagangan hari ini.
4. Rotasi Sektoral Penggerak Indeks
Sementara itu, penguatan IHSG kemarin ditopang oleh kinerja gemilang beberapa sektor yang mengalami rotasi aliran dana masuk cukup deras. Sektor kesehatan tampil prima memimpin barisan penguatan secara luar biasa setelah berhasil melesat hingga mencatatkan kenaikan impresif sebesar 2,73% saat penutupan bursa.
Lompatan sektor kesehatan tersebut langsung diikuti secara ketat oleh barisan saham dari kelompok industri konsumsi siklikal di bursa. Saham ritel dan barang konsumsi berhasil membukukan reli kenaikan solid sebesar 2,71% untuk menopang pergerakan indeks dari ancaman zona merah harian.
Menyusul di peringkat ketiga, sektor industri manufaktur nasional juga ikut ambil bagian dalam pesta kenaikan dengan apresiasi 2,21%. Penguatan nilai tukar rupiah terbukti memberikan efek psikologis sangat positif terhadap fundamental operasional emiten manufaktur yang sangat bergantung pada pasokan bahan baku.
5. Rekomendasi Lima Saham Pilihan
Menghadapi ruang konsolidasi indeks, pelaku pasar disarankan melakukan manuver akumulasi pada saham emiten energi nasional yang berfundamental kuat. Saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) beserta emiten jasa migas PT Elnusa Tbk (ELSA) menjadi prioritas utama untuk diamati hari ini.
Beralih pada sektor kesehatan dan properti, Phintraco Sekuritas juga merilis daftar saham pilihan yang dinilai sangat prospektif dikoleksi. Rekomendasi pembelian strategis disematkan langsung kepada aset perusahaan farmasi raksasa PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) dan juga saham PT Sentul City Tbk (BKSL).
Menutup daftar rekomendasi perdagangan bursa hari ini, analis secara spesifik menyoroti prospek saham unggulan dari PT Astra International Tbk (ASII). Pemodal ritel disarankan untuk memantau pergerakan harga saham emiten konglomerasi otomotif terbesar nasional ini sebagai aset pelindung nilai portofolio masa konsolidasi.

Alvin Bagaskara
Editor
