LPI Cari Duit Rp37 Triliun untuk Biayai Pembangunan Infrastruktur
JAKARTA-Lembaga Pengelola Investasi (LPI) mengawali langkah sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) dengan menjajaki investasi pembangunan infrastruktur senilai US$2,6 miliar. Investasi berupa pembangunan jalan tol ini bakal ditawarkan Indonesia untuk didanai oleh investor asing mulai tahun ini. “Kami memiliki 24 konsesi (jalan tol) pertama yang saat ini sedang kami diskusikan dengan LPI untuk peluang koordinasi dengan […]

Muhamad Arfan Septiawan
Author


JAKARTA-Lembaga Pengelola Investasi (LPI) mengawali langkah sebagai Sovereign Wealth Fund (SWF) dengan menjajaki investasi pembangunan infrastruktur senilai US$2,6 miliar. Investasi berupa pembangunan jalan tol ini bakal ditawarkan Indonesia untuk didanai oleh investor asing mulai tahun ini.
“Kami memiliki 24 konsesi (jalan tol) pertama yang saat ini sedang kami diskusikan dengan LPI untuk peluang koordinasi dengan total nilai ekuitas sekitar Rp37 triliun,” kata Kartika Wirjoatmodjo, Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara seperti dilansir Reuters.
- 11 Bank Biayai Proyek Tol Serang-Panimbang Rp6 Triliun
- PTPP Hingga Mei 2021 Raih Kontrak Baru Rp6,7 Triliun
- Rilis Rapid Fire, MNC Studios Milik Hary Tanoe Gandeng Pengembang Game Korea
Pembangunan infrastruktur yang mengandalkan dana investasi asing ini meliputi pembangunan jalan tol di Jakarta dan jalan raya Trans-Sumatera. Tiga perusahaan pelat merah di bidang konstruksi, yakni Jasa Marga, Waskita Karya, dan Hutama karya bakal ditunjuk sebagai pelaksana pembangunan tersebut.
Sementara itu, CEO Lembaga Pengelola Investasi (LPI) Ridha D.M Wirakusumah menjelaskan, prospek investasi pembangunan infrastruktur ini sudah bisa dirasakan investor dalam jangka waktu tujuh tahun.
“Kami mempercepat segala yang kami bisa. Dana sudah bisa masuk sekarang, diskusi dengan prospek kesepakatan sedang berlangsung.”Kata Ridha
Deretan SWF Terbesar Dunia
Ide awal pembentukan LPI ini berawal dari kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Uni Emirat Arab (UEA) pada awal tahun lalu. Wacana ini mencuat usai pertemuan Jokowi dengan Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata UEA Mohamed bin Zayed.
Jokowi berkaca dari suksesnya SWF UEA bernama Abu Dhabi Invesment Authority yang mengelola dana investasi hingga US$696,66 miliar per akhir 2019. Nilai tersebut menjadikan SWF bentukan UEA menempati peringkat ke tiga SWF dengan pengelolaan dana terbesar di dunia.
Posisi puncak dipegang oleh Norway Government Pension Fund Global dengan dana kelola sebesar US$1.098 miliar . SWF terbesar kedua selanjutnya diisi oleh China Investment Corporataion yang berhasil mengelola dana sebesar US$940,6 miliar.
