Lewat Program Bangkit, Google Sekolahkan 300 Calon Ahli Teknologi
JAKARTA – Pada Selasa (18/02), Google.org meluncurkan program Bangkit, yakni Akademi Machine Leraning untuk mencetak tenaga ahli di bidang teknologi. Program Bangkit ini pertama kali diperkenalkan pada November 2019 dalam acara Google for Indonesia. Dalam program ini, Google akan berfokus pada pemilik bisnis, pencari kerja, developer dan starup, guru dan siswa, serta kreator dan jurnalis. […]

Ananda Astri Dianka
Author


Untuk menghindari phishing, Google Chrome luncurkan fitur baru untuk memberikan perlindungan lebih untuk pengguna/shacknews.com
(Istimewa)JAKARTA – Pada Selasa (18/02), Google.org meluncurkan program Bangkit, yakni Akademi Machine Leraning untuk mencetak tenaga ahli di bidang teknologi.
Program Bangkit ini pertama kali diperkenalkan pada November 2019 dalam acara Google for Indonesia. Dalam program ini, Google akan berfokus pada pemilik bisnis, pencari kerja, developer dan starup, guru dan siswa, serta kreator dan jurnalis.
Setidaknya, pada 2030 Indonesia akan memerlukan 9 juta tenaga ahli dan semi ahli di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
“Oleh karena itu Google meluncurkan program Bangkit, sebuah program pelatihan teknis dengan fokus awal pada mission learning dan softskill,” ujar Randy Jusuf, Managing Direktur pada sambutannya dalam peluncuran Grow with Google di Jakarta (18/02).
Antusias Tinggi
Sambutan masyarakat terbilang tinggi jika dilihat dari 2.500 orang yang telah mendaftar program ini. Dari ribuan pelamar, Google memilih 300 peserta sebagai angkatan pertama.
Menariknya, lebih dari 25 persen perserta terpilih adalah perempuan dan
55 persen berasal dari luar empat kota-kota besar di Indonesia. Jumlah ini naik dua kali lipat dari jumlah program-program developer skill pada umumnya.
“Melihat antusias yang besar ini saya tidak sabar dengan sepak terjang para peserta setelah mereka lulus dari program ini nanti.”
Program ini terlaksana berkat kolaborasi Google bersama dengan Tokopedia, Traveloka, dan Gojek, berserta beberapa universitas dan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk merumuskan konten edukasi yang akan diwujudkan dalam sebuah kurikulum.
Program pilotnya akan berfokus terutama pada kurikulum Machine Learning yang mengacu pada Machine Learning Crash Course (MLCC) Google dan pengembangan keterampilan non-teknis seperti kepemimpinan, keahlian dalam wawancara, penulisan resume, kolaborasi, dan sebagainya.
Tidak hanya itu, dalam rangka membangun ekosistem digital di Indonesia, Google melalui program Google for Stratup yang bekerja sama dengan Digitaraya memberikan mentoring pada 82 startup dan lebih dari 100 wirausaha untuk membangun
Dari stratup yang dimentoring, sedikitnya telah menyerap sekitar 2.500 orang dari berbagai lapisan masyarakat. Grow with Google merupakan inisiasi global untuk bertujuan untuk lebih banyak peluang bagi banyak orang dalam perkembangan ekonomi digital Indonesia.
