Industri

Lebih Tinggi dari Tahun Lalu, Bank Mandiri Taksir Inflasi Sepanjang 2021 Capai 2,92 Persen

  • JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan inflasi pada 2021 akan sebesar 2,92% year on year (yoy) atau berada di kisaran target Bank Indonesia. Inflasi tersebut lebih tinggi dari 2020 sebesar 2,04% yoy seiring dengan pemulihan ekonomi yang menyebabkan adanya potensi demand pull inflation. “Kami memandang bahwa dampak peningkatan money supply dari kebijakan stimulus […]

<p>Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2020 mencatat inflasi 0,07% month-to-month (mtm), setelah mengalami deflasi berturut-turut pada tiga bulan sebelumnya. / Foto: Ismail Pohan &#8211; TrenAsia</p>

Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2020 mencatat inflasi 0,07% month-to-month (mtm), setelah mengalami deflasi berturut-turut pada tiga bulan sebelumnya. / Foto: Ismail Pohan – TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan inflasi pada 2021 akan sebesar 2,92% year on year (yoy) atau berada di kisaran target Bank Indonesia.

Inflasi tersebut lebih tinggi dari 2020 sebesar 2,04% yoy seiring dengan pemulihan ekonomi yang menyebabkan adanya potensi demand pull inflation.

“Kami memandang bahwa dampak peningkatan money supply dari kebijakan stimulus ekonomi akan menyebabkan tekanan terhadap inflasi,” tulis Bank Mandiri dalam Economic and Market Review, Kamis 3 Juni 2021.

Kondisi tersebut terutama terjadi pada semester kedua 2021 di mana mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi diperkirakan mulai pulih kembali. Hal ini seiring dengan penanganan kasus COVID-19 yang lebih baik dan percepatan pelaksanaan program vaksinasi sehingga mendorong permintaan dan memacu perputaran uang.

“Selain itu, kami melihat juga terdapat potensi cost push inflation seiring dengan peningkatan harga komoditas dan harga input bahan baku akibat pemulihan ekonomi global.”

Sebagai informasi, inflasi pada Mei 2021 tercatat sebesar 0,32% month on month (mom), meningkat dari bulan sebelumnya 0,13% mom. Realisasi inflasi tersebut sesuai dengan ekspektasi Bank Mandiri sebesar 0,32% mom dan lebih tinggi dari ekspektasi pasar yang sebesar 0,29% mom.

Sementara, inflasi secara tahunan tercatat sebesar 1,68% yoy dibandingkan dengan 1,42% yoy pada April 2021. Peningkatan inflasi inti tersebut disebabkan oleh meningkatnya permintaan seiring dengan faktor musiman perayaan lebaran dan kenaikan harga emas. (RCS)