Industri

Layanan Perbankan di Kantor Cabang BTN Tinggal 4 Persen

  • JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BBTN mencatat, layanan perbankan yang dilayani di kantor cabang menyusut signifikan hingga tinggal 4%. Selebihnya, 96% layanan perbankan BTN sudah bisa ditangani secara digital. “Pada 2020 kami melihat perubahan yang signifikan, total transaksi di teller kurang lebih digabung dengan e-channel kurang lebih 200 juta transaksi dan […]

<p>Nasabah mencari informasi mengenai kredit pemilikan rumah (KPR) di Plaza KPR kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Nasabah mencari informasi mengenai kredit pemilikan rumah (KPR) di Plaza KPR kantor pusat Menara BTN, Gajahmada, Jakarta, Selasa, 16 Februari 2021. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk alias BBTN mencatat, layanan perbankan yang dilayani di kantor cabang menyusut signifikan hingga tinggal 4%. Selebihnya, 96% layanan perbankan BTN sudah bisa ditangani secara digital.

“Pada 2020 kami melihat perubahan yang signifikan, total transaksi di teller kurang lebih digabung dengan e-channel kurang lebih 200 juta transaksi dan hampir semuanya sudah berbasis digital,” kata Direktur Utama BTN, Haru Koesmahargyo dalam webinar, Rabu 30 Juni 2021.

Dengan pergeseran transaksi tersebut, Haru menyambut baik dan mengatakan digitalisasi perbankan merupakan suatu keharusan yang mau tidak mau harus dihadapi. Tak hanya memudahkan nasabah, inovasi digital juga berdampak positif bagi perbankan.

Buktinya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) bank umum konvensional turun pada Maret 2021 menjadi 86,44% dibandingkan dengan posisi sama tahun lalu sebesar 88,84%.

Setali tiga uang, rasio BOPO BTN juga turun per Mei 2021 dibandingkan dengan Desember 2020. Hingga akhir 2021, rasio BOPO ditarget turun hingga di bawah 90%. Haru menjelaskan, tingginya BOPO perbankan salah satunya adalah beban bunga.

Dalam hal ini, BTN berhasil menekan beban bunga yang juga turut berimplikasi pada perolehan laba bersih pada kuartal I-2021. Kuartal lalu, BTN kembali menaikkan laba bersih sebesar 36,75% year on year (yoy) menjadi Rp625 miliar dari periode tahun sebelumnya Rp457 miliar.