Nasional & Internasional

Lagi! Dirut Krakatau Steel Silmy Karim Tambah Koleksi Saham KRAS

  • Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim kembali menambah kepemilikan saham emiten yang dipimpinnya dengan nilai Rp200,03 juta....

JAKARTA – Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) Silmy Karim kembali menambah kepemilikan saham emiten yang dipimpinnya dengan nilai Rp200,03 juta. Penambahan investasi ini dilakukan pada 27 Mei 2021.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis 27 Mei 2021, diketahui bahwa Silmy melakukan transaksi beli saham KRAS sebanyak 315.000 pada harga Rp635 per lembar saham.

“Tujuan transaksi sebagai investasi dengan status kepemilikan secara langsung,” tulis dia seperti dikutip TrenAsia.com pada laman resmi BEI, Kamis 27 Mei 2021.

Dengan adanya transaksi tersebut, Silmy saat ini tercatat memiliki saham KRAS sebanyak 1.473.300 lembar saham atau setara dengan 0,0076%. Sebelum adanya transaksi, pria yang pernah menjabat orang nomor satu di PT Pindad (Persero) ini mengempit 1.158.300 lembar saham KRAS atau sekitar 0,0059%.

Aksi beli saham yang dilakukan oleh Silmy ini sejalan dengan moncernya kinerja perseroan sepanjang pandemi 2020. Bagaimana tidak, Krakatau Steel berhasil membalikkan posisi keuangan dari rugi menjadi untung berkat tangan dinginnya.

Melansir laporan keuangan tahun 2020 yang dirilis perseroan, emiten pelat merah produsen baja ini sukses meraup laba bersih sebesar US$23,6 juta atau setara Rp332,8 miliar (asumsi kurs Rp14.105 per dolar Amerika Serikat). Pada tahun sebelumnya, perseroan mengalami kerugian hingga Rp7,1 triliun.

Kinerja keuangan ini diikuti oleh menebalnya ekuitas perseroan sebanyak 29,2% year-on-year (yoy) menjadi Rp6,32 triliun pada 2020 dari Rp4,89 triliun pada tahun sebelumnya. Aset perseroan juga terkerek 6,06% yoy dari Rp46,2 triliun menjadi Rp49 triliun per 31 Desember 2020.

Di lantai bursa, saham KRAS terkoreksi 1,59% atau sebesar 10 poin ke level harga Rp620 pada penutupan perdagangan Kamis, 27 Mei 2021. Saat ini, kapitalisasi pasar perseroan tercatat mencapai Rp11,99 triliun. (RCS)