Laba Bersih Indofood Tumbuh Double Digit pada Triwulan Awal 2019
Grup Indofood meraih kinerja positif pada tiga bulan awal tahun ini. Terjadi pertumbuhan double digit pada pos keuntungan bersih baik di level holding maupun PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai entitas anak produsen makanan dan minuman terutama mi instan. ICBP mencatatkan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp11,26 triliun pada triwulan pertama 2019. Terjadi kenaikan sebesar 13,2 […]

trenasia
Author


Foto: IndofoodCBP
(Istimewa)Grup Indofood meraih kinerja positif pada tiga bulan awal tahun ini. Terjadi pertumbuhan double digit pada pos keuntungan bersih baik di level holding maupun PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) sebagai entitas anak produsen makanan dan minuman terutama mi instan.
ICBP mencatatkan penjualan bersih konsolidasi sebesar Rp11,26 triliun pada triwulan pertama 2019. Terjadi kenaikan sebesar 13,2 persen dibandingkan Rp9,88 triliun pada periode sama tahun 2018.
Laba usaha juga meningkat sebesar 14 persen menjadi Rp1,96 triliun pada tiga bulan awal 2019. Marjin laba bersih sebesar 11,9 persen dan marjin laba usaha di kisaran 17,4 persen.
Laba bersih ICBP tercatat sebesar Rp1,34 triliun pada triwulan pertama 2019. Meningkat 10,2 persen dibandingkan Rp1,21 triliun pada kuartal pertama 2018.
”Kondisi pasar secara umum masih banyak tantangan. Namun, melalui berbagai upaya untuk terus mendorong penetrasi pasar dan menjalankan strategi pemasaran terintegrasi, ICBP dapat mencatatkan pertumbuhan yang baik pada kuartal pertama ini,” ucap Direktur Utama dan CEO ICBP, Anthoni Salim, Selasa (30/04).
Anthoni menyebut Perseroan akan melanjutkan berbagai strategi dan inisiatif yang telah dijalankan. Selain itu juga mendorong efisiensi. ”Untuk menghasilkan pertumbuhan berkelanjutan,” terusnya.
Positifnya kinerja ICBP membantu sang induk yaitu PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang kemudian juga mencatatkan pertumbuhan double digit pada pos bottom line.
Laba bersih perusahaan biasa disingkat Indofood itu meningkat 13,5 persen menjadi Rp1,35 triliun pada triwulan pertama 2019. Berbanding Rp1,19 triliun pada periode sama tahun lalu.
Marjin laba bersih naik tipis dari 6,7 persen menjadi 7,0 persen. Laba usaha naik 3,9 persen menjadi Rp2,58 triliun pada tiga bulan awal tahun ini dan marjin laba usaha sebesar 13,4 persen.
Padahal, kenaikan pada pos pendapatan Indofood hanya single digit. Penjualan bersihnya sebesar Rp19,17 triliun pada triwulan pertama tahun ini atau naik 8,7 persen dibandingkan Rp17,63 triliun pada periode sama tahun sebelumnya.
”Ke depannya kami akan berupaya menjaga keunggulan kompetitif dan pertumbuhan kami melalui peningkatan produktivitas dan pengendalian biaya,” ujar Anthoni Salim yang juga Direktur Utama sekaligus CEO di INDF.(*)
