Industri

Laba Bersih Chandra Petrochemical (TPIA) Meroket 195% Raup Rp2,18 Triliun di 2021

  • PT Chandra Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil mencetak laba bersih tiga kali lipat sepanjang tahun 2021 sebesar US$152,0 juta naik 195% dari tahun 2020 US$51.542 juta.
Merina

Merina

Author

<p>Panel surya milik konglomerat Prajogo Pangestu dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) / Dok. Perseroan</p>

Panel surya milik konglomerat Prajogo Pangestu dari PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) / Dok. Perseroan

(Istimewa)

JAKARTA - PT Chandra Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil mencetak laba bersih tiga kali lipat sepanjang tahun 2021 sebesar US$152,12 juta atau Rp2,18 triliun (kurs Rp14.326 per dolar AS). Besaran tersebut naik 195% dari tahun 2020  US$51,35 juta.

Adapun torehan meningkatnya laba bersih tersebut diperoleh dari hasil pendapatan perseroan per 30 Desember 2021,  TPIA juga berhasil meraup pendapatan yang meningkat sebesar US$2.580 juta yang meningkat 43% year on year (yoy) dari sebesar US$774.0 juta.

Sementara itu perseroan berhasil memeroleh penjualan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yang mana selama tahun 2020 harga polyethylene, Polypropylene, dan Styrene Monomer  melonjak masing-masing menjadi US$1,253 per ton, US$1,446 per ton, dan US$1,182 per ton dari US$902 per ton US$1,023 per ton, dan US$780 per ton, disamping volume penjualan relatif stabil di level 2,211 ton.

Pejualan terebut didominasi oleh pasar lokal sebanyak US$2.003.234, sedangkan penjualan pada pasar luar negeri tercatat US$570.079, Kemudian jumlah pendapatan yang diperoleh dari kontrak ialah US$2.573.313, lalu dari hasil penyewaan tangki dan dermaga sebesar US$7.112.

Selanjunya total aset meningkat sebesar 38.9% menjadi US$4.993,1 juta per 31 Desember 2021, dari US$3.593,7 juta pada 31 Desember 2020, hal ini sebagian besar disebabkan oleh keberhasilan rights issue yang dilakukan pada kuartal III-2021.

 Dari segi liabilitas, perseroan mencatatkan liabilitas mencapai US$2.065,4 juta pada tanggal 31 Desember 2021 lebih tinggi dari tahun 2020 senilai US$1.782.319 .

Kemudian EBITDA perserosn turut meningkat menjadi US$356,2 juta dari US$186,7 juta pada FY 2020 sebagian besar didorong oleh peningkatan spread, permintaan yang kuat untuk petrokimia Asia, gangguan pasokan di pasar AS, gangguan logistik, dan eksekusi yang solid dari program pengurangan biaya struktural dan transformasi digital Perseroan.

“Tahun 2021 merupakan tahun yang penting bagi Chandra Asri. Kami sangat senang mengumumkan kinerja yang solid dalam lingkungan yang dinamis. Perseroan berhasil mempertahankan kelangsungan usaha, mencapai keunggulan operasional, dan ketahanan finansial yang berkelanjutan," kata Direktur Perseroan, Suryandi yang dikutip pada Selasa, 15 Maret 2022.