Laba ANTM Terbang 46 Persen, Penjualan Nikel Mulai Bergeliat
- Penjualan Bauksit dan Alumina Ikut Tumbuh

Chrisna Chanis Cara
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam membukukan laba periode berjalan sebesar Rp9,66 triliun sepanjang Januari–September 2026. Angka ini melonjak 46% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp6,61 triliun.
Kinerja positif tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih Antam yang mencapai Rp88,48 triliun, naik 23% dibandingkan Rp72,03 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Dalam laporan kinerja yang dirilis Selasa (27/10/2026), Antam menyebut pertumbuhan tersebut didukung optimalisasi operasional, strategi pemasaran, serta permintaan pasar yang tetap terjaga.
Direktur Utama Antam Untung Budiharto mengatakan perusahaan terus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan kinerja operasional dan strategi komersial.
“Kami terus memperkuat fundamental bisnis melalui optimalisasi operasional, penguatan strategi komersial, serta pengembangan portofolio usaha untuk menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Untung.
Penjualan Emas Sumbang 77% Pendapatan Antam
Emas masih menjadi kontributor terbesar penjualan Antam. Sepanjang sembilan bulan pertama 2026, penjualan emas mencapai Rp68,41 triliun, meningkat 17% dibandingkan Rp58,67 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Kontribusinya mencapai 77% dari total penjualan bersih perusahaan. Dari sisi volume, penjualan emas Antam mencapai 25.217 kilogram atau sekitar 810.745 troy ounce. Sementara itu, produksi emas dari tambang perusahaan tercatat sebesar 634 kilogram.
Antam terus memperluas jangkauan pemasaran produk Logam Mulia melalui pengembangan portofolio, peningkatan layanan, perluasan kanal distribusi, dan kolaborasi dengan mitra strategis di dalam negeri.
Dominasi emas memperlihatkan besarnya peran komoditas tersebut dalam menopang pendapatan Antam selama periode pelaporan.
Penjualan Nikel Antam Melonjak 52%
Selain emas, segmen nikel juga mencatat pertumbuhan kuat. Pendapatan dari feronikel dan bijih nikel mencapai Rp16,98 triliun, naik 52% dibandingkan Rp11,15 triliun pada Januari–September 2025.
Produksi bijih nikel Antam tercatat sebesar 12,16 juta wet metric ton (wmt), sedangkan volume penjualannya mencapai 10,73 juta wmt.
Untuk feronikel, produksi mencapai 11.638 ton nikel dalam feronikel (TNi). Penjualannya tercatat sebesar 13.971 TNi, meningkat 71% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 8.182 TNi.
Pertumbuhan tersebut menjadikan nikel sebagai salah satu penopang penting kinerja Antam di luar bisnis emas.
Penjualan Bauksit dan Alumina Ikut Tumbuh
Segmen bauksit dan alumina membukukan penjualan senilai Rp2,64 triliun, meningkat 35% dibandingkan Rp1,95 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Produksi bauksit mencapai 2 juta wmt, sedangkan volume penjualannya naik 49% menjadi 1,64 juta wmt dari sebelumnya 1,10 juta wmt.
Pada produk alumina, produksi chemical grade alumina (CGA) meningkat 14% menjadi 153.399 ton. Volume penjualan alumina juga naik 9% menjadi 146.642 ton.
Meski kontribusi segmen bauksit dan alumina baru mencapai 3% dari total penjualan Antam, pertumbuhan produksi dan penjualan menunjukkan peningkatan aktivitas pada lini bisnis tersebut.
EBITDA Antam Tumbuh 45% Jadi Rp13,48 Triliun
Peningkatan laba juga terlihat pada indikator profitabilitas lainnya.
Antam mencatat EBITDA sebesar Rp13,48 triliun pada Januari–September 2026, tumbuh 45% dibandingkan Rp9,33 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Laba kotor meningkat 42% menjadi Rp15,56 triliun dari Rp10,98 triliun. Sementara itu, laba usaha melonjak 53% menjadi Rp12,05 triliun dibandingkan Rp7,89 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Keuntungan dari entitas asosiasi juga naik 115% menjadi Rp300,58 miliar dari Rp140,03 miliar. Laba bersih per saham dasar Antam mencapai Rp367,78, meningkat 48% dibandingkan Rp248,62 pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kas Antam Tembus Rp10,54 Triliun
Dari sisi keuangan, total aset Antam mencapai Rp59,74 triliun per September 2026, naik 24% dibandingkan Rp48,07 triliun pada periode pembanding.
Ekuitas perusahaan meningkat 17% menjadi Rp41,22 triliun dari Rp35,20 triliun.
Kas dan setara kas tercatat Rp10,54 triliun, tumbuh 14% dibandingkan Rp9,26 triliun pada sembilan bulan pertama 2025.
Arus kas bersih dari aktivitas operasi mencapai Rp5,06 triliun, meningkat 26% dari Rp4,02 triliun. Kenaikan ini didukung penerimaan kas dari pelanggan sebesar Rp87,92 triliun, naik 29% dibandingkan Rp68,24 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Arini Kasmira menyatakan peningkatan kinerja mencerminkan profitabilitas yang membaik dan posisi kas yang semakin kuat.
Menurut dia, capaian tersebut didukung pengelolaan modal kerja, pengendalian biaya, serta manajemen risiko yang terukur.
Dengan laba Rp9,66 triliun dan penjualan Rp88,48 triliun hingga September 2026, perkembangan kinerja Antam pada kuartal IV akan menjadi salah satu faktor yang dicermati investor untuk menilai prospek perusahaan hingga akhir tahun.
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Bunga Citra pada 28 Oct 2026

Chrisna Chanis Cara
Editor
