Industri

Kurs Rupiah Hari Ini: Surplus Neraca Dagang jadi Amunisi Penguatan ke Rp13.900

  • Rupiah akan bergerak di rentang Rp13.900 sampai dengan Rp13.975 per dolar AS.

<p>Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia</p>

Karyawan menghitung mata uang Rupiah di salah satu tempat penukaran uang atau Money Changer di kawasan Melawai, Jakarta, Senin, 9 November 2020. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia

(Istimewa)

JAKARTA – Mengutip Bloombergnilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 0,45% atau 62,5 di level Rp13.910 per dolar Amerika Serikat (AS) .

Setali tiga uang, rupiah pada kurs tengah Bank Indonesia (JISDOR) menguat di level Rp13.946 per dolar AS. Kurs ini naik 65 poin atau 0,46% dari posisi Kamis, 11 Februari 2021 yakni Rp14.011 per dolar AS.

Direktur Riset CORE Indonesia, Piter Abdullah memproyeksikan mata uang Garuda bakal melanjutkan tren penguatan hari ini.

“Rupiah besok (Selasa) saya perkirakan akan melanjutkan penguatan,” kata Piter kepada TrenAsia.com, Senin malam, 15 Februari 2021.

Faktor eksternal seperti rencana stimulus besar di AS turut menambah sentimen positif penguatan rupiah. Apalagi, meredanya kasus COVID-19 di Negeri Paman Sam juga memunculkan sentimen positif pelaku pasar.

Sementara di tingkat domestik, faktor seperti surplus neraca perdagangan, inflasi yang terjaga rendah mampu memberi amunisi bagi rupiah.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus neraca transaksi perdagangan Januari 2021 sebesar US$1,96 miliar, yang berasal dari sektor nonmigas US$2,63 miliar. Sedangkan di sektor migas terjadi defisit US$0,67 miliar.

“Kasus COVID-19 yang mereda akan menambah kepercayaan pelaku pasar terhadap perekonomian Indonesia,” tambahnya.

Piter menyebut, rupiah akan bergerak di rentang Rp13.900 sampai dengan Rp13.975 per dolar AS. (SKO)