Kurs Rupiah Ambles 96 Poin Gara-Gara Dihantam Inflasi Produsen AS
- Menurut data perdagangan Bloomberg, Senin, 14 Agustus 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 96 poin di posisi Rp15.219 per-dolar AS.

Idham Nur Indrajaya
Author


ilustrasi// Foto: Ismail Pohan – Tren Asia
(Istimewa)JAKARTA - Nilai kurs rupiah ditutup ambles hingga 96 poin setelah dihantam oleh data inflasi produsen Amerika Serikat (AS) yang naik melebihi ekspektasi.
Menurut data perdagangan Bloomberg, Senin, 14 Agustus 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 96 poin di posisi Rp15.219 per-dolar AS.
Pada perdagangan sebelumnya, Jumat, 11 Agustus 2023, nilai kurs rupiah ditutup melemah 34 poin di level Rp15.219 per-dolar AS.
- Arti Kata Dirgahayu, Begini Penjelasan dan Cara Penulisan yang Benar
- Bersama Jejakin, Amartha Tanam 1000 Bibit Bakau di Pesisir Pantai Demak
- Waspada! Berbekal Suara Keybord, AI Bisa Tebak Password Anda
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, dolar AS menjadi semakin diminati setelah data inflasi produsen AS menunjukkan kenaikan yang melebihi prediksi.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja AS, indeks harga produsen (IHP) AS pada Juli 2023 meningkat 0,8% secara tahunan, lebih tinggi dari kenaikan 0,1% pada Juni 2023. Angka yang dilaporkan itu pun melebihi ekspektasi pasar 0,7% secara tahunan.
Data tersebut menyusul indeks harga konsumen (IHK) AS yang dirilis sehari sebelumnya yang menunjukkan inflasi konsumen AS naik 3,2% secara tahunan.
"Angka-angka ini menimbulkan kekhawatiran bahwa The Federal Reserve (The Fed) masih dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut ketika pertemuan berikutnya pada bulan September, bahkan jika pasar masih secara luas berekspektasi bank sentral AS untuk mengakhiri siklus kenaikan suku bunganya," papar Ibrahim kepada wartawan, Senin, 14 Agustus 2023.
Menurut Ibrahim, untuk perdagangan besok, Selasa, 15 Agustus 2023, nilai kurs rupiah berpotensi ditutup melemah Rp15.300-Rp15.380 per-dolar AS.
- Perusahaan Perlu Tingkatkan Kapasitas Governansi untuk Adopsi ESG
- Bank BRI Ingatkan Nasabah Segera Validasi NIK Jadi NPWP, Supaya Tidak Terkena Tarif PPh
- 3 Langkah Baru Pemerintah untuk Sebarkan 'Virus' ESG
Sebelumnya, analis PT Sinarmas Futures Ariston Tjendra pun sudah memprediksi rupiah akan melemah hari ini karena kenaikan inflasi produsen AS yang di atas ekspektasi pasar telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS.
Kenaikan imbal hasil ini, selain disebabkan oleh naiknya inflasi produsen, didorong juga oleh turunnya peringkat utang AS yang sempat ramai diberitakan beberapa waktu lalu.
"Rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring dengan naiknya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS," ujar Ariston kepada TrenAsia, Senin, 14 Agustus 2023.
Selain itu, sentimen negatif untuk rupiah pun datang dari berita mengenai potensi gagal bayar dari perusahaan properti China dan juga tembakan peringatan kapal perang Rusia terhadap kapal kargo yang berusaha masuk ke Laut Hitam dan dapat memicu gangguan pada rantai pasok lagi.

Laila Ramdhini
Editor
