Korporasi

Kulik Laporan Keuangan 2021: Ini Start Up yang Sahamnya Dimiliki Bank Mandiri

  • JAKARTA- Sebagai bank terbesar, PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) punya banyak cara untuk mempercepat laju pertumbuhan bisnisnya. Apalagi likuiditas bank BUMN ini s
Menara Mandiri.jpg
Gedung Menara Bank Mandiri di kawasan Sudirman, Jakarta. Foto: Ismail Pohan/TrenAsia (trenasia.com)

JAKARTA- Sebagai bank terbesar, PT Bank Mandiri Tbk (Mandiri) punya banyak cara untuk mempercepat laju pertumbuhan bisnisnya. Apalagi likuiditas bank BUMN ini sangat melimpah. 

Salah satu cara yang dilakukan Mandiri untuk menjangkau dan melayani nasabah adalah melalui aliansi dengan berbagai perusahaan berbasis Finansial Technologi (Fintech). Bahkan Mandiri juga memiliki saham di sejumlah perusahaan fintech.

Laporan keuangan Bank Mandiri tahun 2021 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan, perseroan memiliki sebanyak 15,88% saham di PT  Fintek Karya Nusantara atau Linkaja dengan penyertaan senilai Rp1,69 triliun. Di PT Amartha Mikro Fintek, Mandiri menggenggam 9,10% saham senilai Rp155,30 miliar. 

Mandiri juga menginjeksi modal Sleekr, sebuah platfom HR dan Accounting, dengan kepemilikan 4,74% saham senilai  Rp110,60 miliar.

Jejak Bank Mandiri juga tercatat di Privy Id Digital Service sebanyak 9,85% senilai Rp81,75 miliar, 

Cashlez Mobile Point of Sale dengan modal sebesar Rp31,80 miliar yang setara 8,25%. Di Investree, perusahaan Fintech Landing Mandiri memiliki 2,34% sebesar Rp98,35 miliar. Lalu di Iseller Digital Service 13,35% saham dengan modal sebanyak Rp76,46 miliar. 

Bank plat merah ini juga berinvestasi di PT Bukalapak.com sebesar Rp 22,89 miliar setara dengan 0,07% saham dan Koinworks, sebuah Fintech Lending dengan kepemilikan 3,05% bermodal Rp31,36 miliar.

Mengulik laporan keuangan Bank Mandiri, nilai penyertaan saham Bank Mandiri di sejumlah perusahaan startup tersebut mengalami beberapa perubahan dibandingkan tahun 2020. Contohnya, saham di PT Amartha Mikro Fintek di tahun 2020 baru sebanyak 8,19% saham senilai Rp114,33 miliar. 

Sementara penyertaan di Sleekr, sebelumnya adalah 5% senilai Rp80,27 miliar. Meski penyertaannya di tahun 2021 naik, namun porsi saham Mandiri di startup ini menurun.

Dengan berbagai strateginya, selama tahun 2021 Bank Mandiri secara konsolidasi mampu menyalurkan kredit sebesar Rp1.050,16 triliun, tumbuh 8,86% dibandingkan 2020 Rp964,72 triliun.

Bagi dividen Rp16,8 triliun

Kredit Bank Mandiri terdistribusikan ke berbagai sektor bisnis. Tiga besarnya di tahun 2021 khusus kredit dalam bentuk rupiah adalah kredit modal kerja sebesar Rp Modal kerja Rp258,30 triliun. Dari jumlah itu sebanyak Rp10,13 triliun berstatus macet. Lalu, kredit investasi sebesar Rp225,55 triliun, dimana Rp2,77 triliun macet. 

Peringkat ketiga adalah  kredit konsumen Rp229,77 triliun dan Rp1,55 triliun diantaranya macet. Khusus kredit rogram pemerintah  Bank Mandiri menyalurkan dana senilai 61,87 triliun. Yang macet? Sekitar Rp202,44 miliar.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan bahwa kredit korporasi menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan kredit dengan nilai penyaluran sebanyak Rp370 triliun atau tumbuh sebesar 8%. Sedangkan kredit komersial tumbuh paling tinggi yaitu sebesar 9,7% secara yoy menjadi sebesar Rp174 triliun.

Secara konsolidasi, sepanjang tahun 2021 Bank Mandiri mencatat laba bersih sebesar Rp30,55 triliun, melesat tajam daripada tahun 2020 senilai Rp18,39 triliun.  Dengan keuntungan besar tersebut, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Mandiri menetapkan 60% dari laba bersih konsolidasi 2021 atau sekitar Rp 16,82 triliun dibagikan sebagai dividen. Sementara 40% dari laba bersih konsolidasi tahun lalu dialokasikan sebagai laba ditahan. 

Dengan keputusan RUPST tersebut, Negara Republik Indonesia sebagai pemilik 52% saham Bank Mandiri akan menikmati Rp8,75 triliun. 

“Besaran dividen tersebut telah mempertimbangkan posisi likuiditas serta struktur permodalan Bank Mandiri dalam mendukung rencana di tahun 2022. Setelah pembagian dividen, rasio kecukupan modal Bank Mandiri sampai dengan akhir tahun ini diproyeksikan sama dengan Desember 2021,” jelas Darmawan secara virtual, Kamis 10 Maret 2022.