Kuartal I-2021, ABM Investama Berhasil Balik Rugi jadi Untung Rp375,9 Miliar
Emiten tambang batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM) berhasil membalik kerugian menjadi untung pada kuartal I-2021.

Aprilia Ciptaning
Author


Lambang emiten tambang batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM) / Dok. Perseroan
(Istimewa)JAKARTA – Emiten tambang batu bara PT ABM Investama Tbk (ABMM) berhasil membalik kerugian menjadi untung pada kuartal I-2021.
Merujuk laporan keuangan di PT Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan meraup laba yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$25,88 juta atau setara Rp375,9 miliar (asumsi kurs Rp14.573 per dolar Amerika Serikat). Padahal, pada periode yang sama 2020, perseroan menelan rugi hingga US2,53 juta.
Sementara itu, pendapatan perseroan juga naik hingga 31% year-on-year (yoy), dari semula US$160,88 juta menjadi US$210,89 juta.
- Modernland Realty Raup Marketing Sales Rp341 Miliar pada Kuartal I-2021
- Waskita Karya Raih Kontrak Pembangunan Jalan Perbatasan RI-Malaysia Rp225 Miliar
- Pengelola Hypermart (MPPA) Berpotensi Meraih Rp670,85 Miliar Lewat Private Placement
Rinciannya, pendapatan ini berasal dari kontraktor tambang dan batu bara sebesar RpUS$175,2 juta, jasa logistik dan sewa kapal US$22,5 juta, site service dan repabrikasi US$7,5 juta, serta pabrikasi US$4,7 juta.
Sementara itu, sewa mesin pembangkit listrik dan perdagangan bahan bakar masing-masing menyumbang US$213.618 dan US$493.101.
Namun, di sisi lain perseroan tidak mampu menekan beban pokok pendapatan. Nilainya membengkak dari rugi US$134,7 juta menjadi US$152,3 juta sepanjang tiga bulan pertama 2021.
Adapun total liabilitas tercatat tumbuh menjadi US$723,7 juta, dari semula US$665,4 juta pada akhir 2020. Kemudian total ekuitas juga naik dari US$161,7 juta per Desember 2020 menjadi US$192,5 juta per kuartal I-2021.
Total aset perseroan pada periode ini sebesar US$916,2 juta, lebih tinggi ketimbang akhir 2020 yang sebesar US$827,24 juta. (SKO)
