Nasional

KSAL Ungkap Kebutuhan Modernisasi Alutsista di Angkatan Laut

  • Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali menyatakan matra yang dipimpinnya membutuhkan modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) guna menghadapi keadaan di masa depan.
85df71830ec2cd970e8e2c3876a1cc34.jpg
TNI AL latihan bersama dengan Angkatan Laut Prancis beberapa waktu lalu. (Puspen TNI)

JAKARTA - Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali menyatakan matra yang dipimpinnya membutuhkan modernisasi Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) guna menghadapi keadaan di masa depan. 

Alutsista yang menjadi prioritas bagi TNI AL berupa drone unmanned aerial vehicle (UAV). Drone dibutuhkan sebab efektif digunakan dalam peperangan. “Dimana peperangan-peperangan di Ukraina maupun di Timur Tengah, drone itu sangat efektif digunakan,” kata KSAL dalam Upacara Hari Armada di Dermaga Pondok Dayung, Selasa 5 Desember 2023. 

Nantinya, pengadaan drone UAV untuk TNI AL bakal dilakukan secara bertahap. KSAL mengatakan bahwa drone bisa saja menjadi ancaman di Indonesia, khususnya pada teritorial perairan. 

Untuk menghalau ancaman tersebut, KSAL menyatakan perlu ada persiapan tertentu dengan peralatan khusus dan canggih untuk menjammer keberadaan drone. KSAL juga berbicara soal pendanaan pengadaan drone.  “Anggaran sedang disiapkan dan itu dari pinjaman luar negeri dan pinjaman dalam negeri,” kata KSAL. 

Dana lain yang turut disiapkan berasal dari anggaran rutin TNI AL. Selain drone, KSAL mengungkapkan jika matranya itu membutuhkan dan menginginkan alutsista kapal selam yang senyap dan memiliki ketahanan selam yang lama. 

Endurance-nya ketahanan lama menyelamnya lebih lama,” kata KSAL. Muhammad Ali mengungkapkan jika kriteria kapal selam yang sesuai dengan spek tersebut telah diajukan kepada Kementerian Pertahanan (Kemhan).

Ali juga menyebut asal lokasi pembuatan dan pembelian kapal selam tersebut. “Rata-rata sih dari Eropa yang cukup bagus ini masih menjadi perbincangan dan pembahasan di Kemhan,” lanjutnya. 

Dirinya berharap kontrak pembelian kapal selam dapat segera diteken pada tahun 2024. Dengan begitu, kapal selam dapat segera digunakan. Pada momen peringatan Hari Armada tersebut, TNI AL melakukan demonstrasi yang salah satunya menghalau drone.

Dalam pertahanan pangkalan, disimulasikan terdapat sabotase kapal dan serangan drone. Kemudian serangkaian pasukan dari TNI AL dengan berbagai alutsista melakukan operasi untuk menghalau dan mengatasi serangan tersebut.

Sebagai informasi, Hari Armada diperingati setiap tanggal 5 Desember. Peringatan dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun (HUT) Satuan Armada Republik Indonesia (Armada RI). 

Armada RI termasuk bagian kekuatan satuan tempur TNI AL yang beperan banyak pada masa mempertahankan kemerdekaan. Armada RI mampu melaksanakan berbagai tugas penting seperti penerobosan blokade laut Belanda hingga mengirimkan pejuang ke berbagai daerah.