Kisah Punch, Bayi Monyet yang Ditolak Induknya Sejak Lahir
- Seekor bayi monyet yang terlantar telah meluluhkan hati banyak orang setelah terlihat berpelukan dengan boneka mainan.

Distika Safara Setianda
Author


JAKARTA, TRENASIA.ID – Hanya sedikit hal yang mampu menyatukan orang-orang di internet akhir-akhir ini, tetapi jika ada sesuatu yang bisa membuat media sosial kompak, itu adalah video hewan yang menghangatkan hati.
Itulah sebabnya para pengguna X (Twitter) dengan cepat menunjukkan dukungan mereka kepada Punch, seekor bayi monyet makaka berusia enam bulan dari Jepang yang menemukan kenyamanan pada sebuah boneka setelah ditolak oleh induknya sejak lahir.
Punch-kun, demikian ia dipanggil dengan penuh kasih, dilaporkan lahir pada Juli 2025. Para petugas di Kebun Binatang Kota Ichikawa, Jepang, turun tangan untuk menyelamatkannya dan membesarkannya, memantau pertumbuhannya dengan cermat sambil secara bertahap memperkenalkannya kepada kera-kera lain.
Dilansir dari news.com.au, ketika para perawat memindahkannya ke kandang bersama monyet-monyet lain, mereka menyadari bahwa ia kesulitan berintegrasi ke dalam kelompok tersebut.
Pada umumnya, bayi monyet akan selalu bergantung dan melekat pada induknya sejak lahir. Karena itu, untuk membantu mengurangi kecemasan sekaligus mengatasi rasa kesepiannya, para pengasuh memberinya boneka orangutan berukuran besar yang kini menjadi sangat dekat dengannya dan selalu dibawanya ke mana pun ia pergi.
Menurut laporan setempat, Punch memperlakukan boneka tersebut seperti sosok ibu yang tidak pernah ia miliki, ia tidur bersamanya, makan bersamanya, dan bermain bersamanya.
Punch terlihat membawa boneka binatang itu berkeliling kandang yang ia tempati bersama sekelompok monyet makaka lainnya, dan tampak sangat akrab dengan mainan tersebut.
Keterikatan bayi berusia enam bulan itu dengan boneka tersebut dilaporkan tidak hanya mengejutkan para staf di kebun binatang, tetapi juga berhasil menyentuh hati masyarakat di seluruh Jepang bahkan dunia.
Sejak saat itu, berbagai foto Punch bersama mainannya menjadi viral dan membuat banyak orang tersentuh di media sosial.
Para pengasuhnya, Kosuke Shikano dan Shumpei Miyakoshi, turun tangan dan mulai merawatnya sambil juga memantau perkembangannya. Shikano mengatakan bahwa penelantaran anak oleh monyet terkadang terjadi dalam keadaan tertentu.

“Beban yang dialami ibu Punch saat melahirkan anak pertamanya mungkin menjadi salah satu faktor,” kata Shikano, dilansir dari The Sun.
“Di kelompok monyet gunung, induk monyet lain terkadang mengambil alih pengasuhan anak, jadi kami mengamati dari kejauhan pada hari kelahiran, tetapi tidak ada tanda-tanda seperti itu.
“Karena Punch sehat, kami untuk sementara memisahkannya dari kelompoknya dan mulai memberinya makan susu langsung dari tangan,” jelasnya.
Bayi monyet secara naluriah menempel pada induknya sejak lahir, jadi staf kebun binatang memberi Punch selimut dan mainan lembut untuk mengurangi kecemasannya.
Ia menjalin ikatan yang erat dengan orangutan itu dan sejak itu tidak pernah terlihat tanpa orangutan tersebut.
Punch bahkan pernah terlihat tidur dengan mainan itu, melingkarkan lengannya di sekelilingnya untuk mencari ketenangan.
“Bulu boneka itu membuatnya mudah dipegang, dan penampilannya juga mirip monyet, yang kemungkinan memberikan rasa aman,” jelas Shikano.
Kebun binatang yang terletak di dekat Tokyo ini membuat pernyataan resmi di platform media sosial X untuk membagikan kisah Punch, dengan mengatakan, “Saat ini, ada seekor monyet muda yang membawa boneka mainan di kandang gunung monyet”.
Di sisi lain, antrean panjang pun terlihat di kebun binatang, ketika warga lokal maupun wisatawan berdatangan untuk melihat Punch secara langsung, menyampaikan doa serta memberi semangat kepadanya.
“Kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua orang yang telah berkunjung hari ini,” ujar pihak Ichikawa City Zoo dalam pernyataan pada 15 Februari 2026.
“Seluruh staf kami terkejut dengan jumlah pengunjung yang datang di luar dugaan, sesuatu yang belum pernah kami alami sebelumnya.”
“Kami mohon maaf atas keterlambatan dalam mempersilakan Anda masuk. Kami akan terus mempersiapkan diri untuk liburan akhir pekan tiga hari minggu depan agar Anda dapat menikmati kunjungan Anda dengan nyaman.”
Banyak orang yang menggunakan media sosial untuk berbagi pengalaman mereka mengunjungi Punch di kebun binatang.
“Saya datang untuk melihat Punch. Ia memamerkan mainan kecilnya yang lucu, berlari-lari dan berguling di sekitarnya,” tulis salah satu pengguna di X.
“Saya datang untuk melihat Punch-kun, tetapi hewan-hewan lainnya juga sangat dekat dan menggemaskan, jadi kunjungan ini terasa sangat menyenangkan. Saya yakin para petugas toko pasti sangat lelah menghadapi keramaian. Saya mendukung kalian.”
Pengunjung lain menulis, “Kami mengunjungi kebun binatang hari ini! Saat masuk antreannya tidak terlalu panjang, tetapi ketika pulang antreannya sangat besar. Banyak orang datang untuk melihat Punch! Area kandang monyet bahkan sudah penuh sejak pagi. Anak-anak tampaknya sangat menikmati area taman! Kami berharap bisa berkunjung lagi dalam waktu dekat!”
Seseorang mengatakan bahwa meskipun terlihat “lucu”, kisah itu juga terasa “sangat menyedihkan”.
“Memang menggemaskan melihat monyet kecil itu menyeret boneka ke mana-mana, tetapi di saat yang sama juga sangat menyedihkan.”
Sementara itu, yang lain turut menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap kondisi dan kesejahteraan Punch-kun.
“Saya sangat berharap Punch dapat menemukan tempatnya. Kebun binatang memiliki peran penting dalam menjaga kesejahteraan hewan, dan melihat para staf mendampingi Punch melewati masa sulitnya menunjukkan komitmen mereka yang begitu besar. Ini adalah upaya yang menghangatkan hati,” tulis seseorang menanggapi pernyataan Ichikawa City Zoo di X.
“Ini adalah kebun binatang yang luar biasa, dengan suasana santai dan kedekatan yang terasa dengan para hewannya. Saya khawatir lonjakan pengunjung yang tiba-tiba bisa membuat hewan-hewan lain kelelahan, meskipun hanya sementara. Tolong utamakan kesejahteraan hewan (meskipun saya yakin para staf sudah sangat memikirkan hal ini),” tulis pengunjung lain.
Dalam unggahan terpisah, pihak Ichikawa City Zoo menyampaikan bahwa Punch kini secara bertahap semakin memperdalam interaksinya dengan monyet-monyet lain dalam kelompoknya.
Punch dengan hati-hati mulai bermain dengan kera-kera lain di kandangnya, tetapi seiring ia terus menyesuaikan diri dengan kehidupan, boneka kesayangannya selalu berada di dekatnya.
“Dia aktif berinteraksi dengan monyet-monyet lain, dan saya bisa merasakan dia semakin dewasa,” kata penjaga Miyakoshi.

Distika Safara Setianda
Editor
